kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.887.000   7.000   0,24%
  • USD/IDR 16.850   -59,00   -0,35%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

India Siap Turunkan Tarif Impor Mobil Eropa dari 110% Jadi Sebesar 40%


Minggu, 25 Januari 2026 / 21:14 WIB
India Siap Turunkan Tarif Impor Mobil Eropa dari 110% Jadi Sebesar 40%
ILUSTRASI. India berencana memangkas tarif impor mobil dari Uni Eropa menjadi 40% (REUTERS/Priyanshu Singh)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI/BRUSSELS. India berencana memangkas tarif impor mobil dari Uni Eropa menjadi 40%, dari sebelumnya mencapai 110%. Reuters melaporkan, mengutip sejumlah sumber, rencana ini mencuat seiring hampir tercapainya kesepakatan perdagangan bebas antara kedua pihak.

Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi telah setuju untuk segera mengurangi pajak pada sejumlah mobil terbatas dari Uni Eropa dengan harga impor lebih dari € 15.000, atau sekitar Rp 299 juta. Kesepakatan ini kemungkinan akan diumumkan paling cepat Selasa (27/1/2026).

Ke depan, tarif tersebut akan diturunkan lebih lanjut menjadi 10% dari waktu ke waktu. Hal ini akan memudahkan akses ke pasar India bagi produsen mobil Eropa, seperti Volkswagen, Mercedes-Benz, dan BMW.

Baca Juga: Tagih Janji, Jepang Desak AS Segera Turunkan Tarif Impor Mobil dan Suku Cadang

India telah mengusulkan pengurangan bea impor menjadi 40% segera untuk sekitar 200.000 mobil mesin combustion per tahun. Tapi kuota ini dapat mengalami perubahan menit terakhir.

Kendaraan listrik baterai akan dikecualikan dari pengurangan bea impor selama lima tahun pertama. Ini dilakukan untuk melindungi investasi pemain domestik, seperti Mahindra & Mahindra dan Tata Motors. Setelah lima tahun, kendaraan listrik akan mengikuti pemotongan bea impor serupa.

Kendati demikian, sumber tersebut menyatakan kesepakatan dapat mengalami perubahan di menit-menit terakhir. Kementerian Perdagangan India dan Komisi Eropa menolak berkomentar.

Baca Juga: Airlangga: RI Upayakan Tarif Impor ke AS Jadi 0 Persen untuk Sawit dan Kakao

Setelah mengumumkan kesepakatan, India dan Uni Eropa akan menyelesaikan detail dari kesepakatan dagang tersebut dan meratifikasi pakta yang disebut sebagai induk dari semua kesepakatan.

Pakta ini dapat memperluas perdagangan bilateral dan meningkatkan ekspor barang-barang India, seperti tekstil dan perhiasan. Industri tersebut telah terpukul oleh tarif AS sebesar 50% sejak akhir Agustus.

India adalah pasar mobil terbesar ketiga di dunia berdasarkan penjualan, setelah AS dan China. Tetapi industri otomotif di India merupakan salah satu industri dengan hambatan paling berat bagi pemain dari luar India.

Baca Juga: Tarif Impor Nol Persen, Citroën Siapkan Strategi Baru Sambut IEU–CEPA

New Delhi saat ini mengenakan tarif 70% dan 110% bagi mobil impor. Besaran tarif ini sering dikritik oleh para eksekutif produsen otomotif global, termasuk pendiri Tesla Elon Musk.

Pajak impor yang lebih rendah akan menjadi dorongan bagi produsen mobil Eropa, seperti Volkswagen, Renault, dan Stellantis, serta pemain mewah Mercedes-Benz dan BMW, yang memproduksi mobil secara lokal di India tetapi kesulitan untuk berkembang melampaui titik tertentu. Sebagian karena tarif yang tinggi.

Menurut sumber Reuters, pajak yang lebih rendah akan memungkinkan produsen mobil menjual kendaraan impor dengan harga lebih murah dan menguji pasar dengan portofolio yang lebih luas, sebelum berkomitmen untuk memproduksi lebih banyak mobil secara lokal.

Baca Juga: Melawan Baja Murah China, India Kaji Perluasan Tarif Baja Impor

Produsen mobil Eropa saat ini menguasai kurang dari 4% pangsa pasar mobil di India yang mencapai 4,4 juta unit per tahun. Pasar masih didominasi oleh Suzuki Motor Jepang serta merek lokal, Mahindra dan Tata.

Pasar otomotif India diperkirakan akan tumbuh menjadi 6 juta unit per tahun pada 2030. Beberapa perusahaan juga sudah mulai mengincar investasi baru.

Selanjutnya: IKPI Dorong Transformasi Organisasi, Gandeng Pemerintah dan Pelaku Usaha

Menarik Dibaca: 5 Manfaat Rutin Minum Kopi Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuh




TERBARU

[X]
×