kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Inflasi Inti Australia Melonjak Kuartal III, Peluang Pemangkasan Suku Bunga Menipis


Rabu, 29 Oktober 2025 / 07:55 WIB
Inflasi Inti Australia Melonjak Kuartal III, Peluang Pemangkasan Suku Bunga Menipis
ILUSTRASI. Teller menghitung mata uang Dollar Australia (AUD). Inflasi konsumen Australia naik paling tajam dalam lebih dari dua tahun pada kuartal III-2025, didorong oleh peningkatan biaya perumahan dan perjalanan, menurut data yang dirilis Biro Statistik Australia (ABS) pada Rabu (29/10/2025). KONTAN/Baihaki/3/1/2009


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Inflasi konsumen Australia naik paling tajam dalam lebih dari dua tahun pada kuartal III-2025, didorong oleh peningkatan biaya perumahan dan perjalanan, menurut data yang dirilis Biro Statistik Australia (ABS) pada Rabu (29/10/2025).

Lonjakan inflasi inti yang jauh di atas perkiraan tersebut menandakan bahwa peluang pemangkasan suku bunga oleh Bank Sentral Australia (RBA) dalam waktu dekat semakin kecil.

Baca Juga: Israel Serang Gaza: Gencatan Senjata AS Retak, 26 Tewas

Data menunjukkan indeks harga konsumen (CPI) meningkat 1,3% secara kuartalan, melampaui ekspektasi pasar sebesar 1,1%.

Secara tahunan, inflasi naik ke 3,2% dari 2,1% pada kuartal sebelumnya, sebagian karena efek basis rendah dan dampak subsidi energi terhadap harga.

Lebih mengkhawatirkan lagi, ukuran utama inflasi inti, yakni trimmed mean CPI, melonjak 1,0% secara kuartalan, jauh di atas perkiraan 0,8% dan target RBA yang hanya mengharapkan sekitar 0,6%.

Baca Juga: Harga Minyak Turun 2% Selasa (28/10): Cermati Sanksi Rusia dan Rencana Produksi OPEC+

Secara tahunan, inflasi inti meningkat ke 3,0% dari 2,7%, menjadi percepatan pertama sejak mencapai puncak 6,8% pada akhir 2022.

Kenaikan tajam ini memperkuat pandangan bahwa RBA kemungkinan akan menahan suku bunga acuan lebih lama, mengingat tekanan harga yang kembali meningkat meskipun tanda-tanda perlambatan ekonomi mulai muncul.


Tag


TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×