Inflasi Melesat, Pendapatan Gerai Cepat Saji di AS Masih Naik

Rabu, 03 Agustus 2022 | 11:28 WIB   Reporter: Adrianus Octaviano
Inflasi Melesat, Pendapatan Gerai Cepat Saji di AS Masih Naik

ILUSTRASI. Pendapatan Starbucks melonjak


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah inflasi yang memanas di Amerika Serikat (AS), daya beli masyarakat ternyata belum terlalu terkikis. Ini terlihat dari kinerja sejumlah perusahaan makanan dan minuman cepat saji di AS yang masih tumbuh.

Terbaru, ada Starbucks Corp yang mencatat kinerja positif di pasar AS pada kuartal III-2022 dari tahun fiskal yang berakhir 3 Juli 2022.

Pendapatan bersih konsolidasi Starbucks melonjak 9% ke rekor kuartalan sebesar US$ 8,2 miliar. Padahal, sudah ada dampak merugikan sebesar 2% dari translasi mata uang asing.

Laporan ini muncul saat inflasi AS melonjak ke level tertinggi dalam 40 tahun di 9,1% pada bulan lalu. Ini membuat investor khawatir tentang masa depan belanja konsumen di Negeri Paman Sam.

Namun, permintaan konsumen untuk Starbucks secara global dinilai masih kuat dan menjadi penopang kinerja perusahaan.

"Kami memiliki pandangan yang jelas tentang apa yang perlu kami lakukan untuk menemukan kembali perusahaan, meningkatkan pengalaman mitra dan pelanggan kami, serta mendorong pertumbuhan yang menguntungkan dan dipercepat di seluruh dunia," ujar CEO Starbucks, Howard Shultz dikutip dari Yahoo Finance, Rabu (3/8).

Baca Juga: Pendapatan Anjlok 44%, Robinhood Lakukan PHK Terhadap 23% Karyawan

Di AS, penjualan Starbuck naik 9%, terutama didorong oleh peningkatan 8% dalam rata-rata biaya per pesanan. Sementara itu, anggota aktif 90 hari dalam program loyalitas Starbucks Rewards AS naik menjadi 27,4 juta, naik 13% dibandingkan tahun lalu.

Pada kuartal ini, Starbucks membuka 318 toko baru bersih, dan mengakhiri periode dengan 34.948 toko secara global. Dari jumlah itu, 51% dioperasikan perusahaan dan 49% berlisensi.

Pada akhir kuartal III-2022, toko di AS dan China terdiri dari 61% dari portofolio global perusahaan, dengan 15.650 toko di AS dan 5.761 toko di China.

Untuk akhir tahun 2022, penjualan gerai yang sama di AS diperkirakan akan naik 11,97% dari tahun ke tahun. Sementara, penjualan internasional diperkirakan turun 8,34% sebagian besar karena penurunan yang diharapkan terjadi di China, dengan penurunan 22,29%.

Sebelumnya, Chipotle Mexican Grill Inc (CMG) juga telah merilis laba kuartal II-2022 yang meningkat dari tahun lalu menjadi US$ 259,94 juta, atau US$ 9,25 per saham. Ini lebih tinggi dibandingkan dengan laba bersih di kuartal II-2021 yang sebesar US$ 187,97 juta, atau $ 6,60 per saham.

Analis rata-rata mengharapkan perusahaan untuk mendapatkan $9,04 per saham, menurut angka yang dikumpulkan oleh Thomson Reuters. Perkiraan analis biasanya mengecualikan item khusus.

Baca Juga: Rusia: Negara Barat Justru Bisa Memicu Perang Nuklir di Ukraina

Pendapatan Chipotle Mexican Grill untuk kuartal kedua itu naik 16,9% menjadi US$ 2,21 miliar dari US$ 1,89 miliar di periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, McDonald's Corp juga mencatat kenaikan pada penjualan toko di AS sebesar 3,7% pada kuartal tersebut, melampaui perkiraan StreetAccount sebesar 2,8%. Perusahaan mengatakan kenaikan harga dan nilai barang memicu pertumbuhan penjualan toko yang sama di AS.

Meskipun demikian, penjualan bersih turun 3% menjadi US$ 5,72 miliar, sebagian disebabkan oleh penutupan restoran McDonald’s di Rusia dan Ukraina. Alhasil, laba bersih McDonald turun dari US$ 2,22 miliar menjadi US$ 1,19 miliar di kuartal II-2022.

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru