kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Inflasi tinggi di Jepang memicu kenaikan upah


Jumat, 27 Desember 2013 / 21:11 WIB
ILUSTRASI. Kapal Angkatan Laut Taiwan terlihat di pelabuhan di Keelung, Taiwan 6 Agustus 2022. REUTERS/Jameson Wu


Sumber: Bloomberg | Editor: Sandy Baskoro

TOKYO. Inflasi Jepang pada November 2013 naik paling cepat sejak tahun 2008 silam. Angka inflasi ini terus mendekati target pemerintah, yakni mencapai 2% dalam dua tahun ke depan.

Kemarin, Biro Pusat Statistik Jepang mengumumkan harga barang, tak termasuk makanan segar, naik 1,2% pada November 2013 dibanding setahun sebelumnya. Angka ini melampaui median estimasi para ekonom yang disurvei Bloomberg, yakni sebesar 1,1%.

Kenaikan harga membuka peluang upah tenaga kerja ikut meningkat. Sebelumnya, Perdana Menteri Shinzo Abe meminta pengusaha menaikkan upah tenaga kerja melampaui kenaikan biaya hidup.

Sumber data lain menunjukkan adanya tanda-tanda kenaikan pasar tenaga kerja, yaitu satu pekerjaan untuk setiap pemohon. Ini adalah permintaan terbesar sejak 2007 silam.

"Kenaikan harga memungkinkan serikat pekerja mendorong upah lebih tinggi," kata Masamichi Adachi, ekonom senior JPMorgan Chase & Co.




TERBARU

[X]
×