Ini Alasan Presiden Rusia Vladimir Putin Menyerang Ukraina

Jumat, 25 Februari 2022 | 05:34 WIB Sumber: Time,The New York Times,Time
Ini Alasan Presiden Rusia Vladimir Putin Menyerang Ukraina

ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan invasi ke Ukraina pada hari Kamis (24/2/2022). REUTERS/Carlos Barria 


Akankah Putin dan Biden bertemu?

Melansir Time, Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putib secara tentatif setuju untuk bertemu dalam upaya diplomatik terakhir untuk mencegah invasi lain ke Ukraina. 

Namun keduanya tampak berhati-hati tentang kemungkinan pertemuan.

Gedung Putih mengatakan pertemuan itu hanya akan terjadi jika Rusia tidak menginvasi Ukraina.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, pada bagiannya, mengatakan masih terlalu dini untuk membicarakan rencana khusus untuk pertemuan puncak.

Presiden Prancis Emmanuel Macron berusaha menengahi kemungkinan pertemuan antara Biden dan Putin dalam serangkaian panggilan telepon yang berlangsung hingga Minggu malam. Kantor Macron mengatakan kedua pemimpin telah menerima prinsip pertemuan puncak yang akan diikuti oleh pertemuan yang lebih luas yang melibatkan para pemimpin lain juga.

Gedung Putih mengatakan Biden pada Senin berunding dengan Macron dan Kanselir Jerman Olaf Scholz selama panggilan telepon selama 30 menit.

Baca Juga: Rusia: Militer Kami Hancurkan 74 Fasilitas Militer Ukraina, tapi 1 Jet Tempur Jatuh

Kondisi terkini Eropa Timur

Penembakan besar-besaran telah meningkat dalam beberapa hari terakhir di sepanjang garis kontak yang tegang antara pasukan Ukraina dan pemberontak separatis yang didukung Rusia di jantung industri Ukraina, Donbas.

Konflik dimulai setelah aneksasi Rusia atas Krimea dan telah merenggut sedikitnya 14.000 nyawa.

Juru bicara militer Ukraina Pavlo Kovalchyuk mengatakan posisi Ukraina ditembaki 80 kali pada Minggu dan delapan kali pada Senin pagi. Ukraina mencatat bahwa separatis menembak dari daerah pemukiman menggunakan warga sipil sebagai tameng. 

Dia mengatakan pasukan Ukraina tidak membalas tembakan.

Di desa Novognativka di pihak yang dikuasai pemerintah, Ekaterina Evseeva yang berusia 60 tahun mengatakan penembakan itu lebih buruk daripada pada puncak pertempuran.

"Ini lebih buruk dari 2014," katanya, suaranya gemetar. “Kami berada di ambang gangguan saraf. Dan tidak ada tempat untuk lari.” 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru