kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Ini Daftar Perusahaan Global yang Berpotensi Terdampak Tarif Impor Trump


Selasa, 26 November 2024 / 11:38 WIB
Ini Daftar Perusahaan Global yang Berpotensi Terdampak Tarif Impor Trump
ILUSTRASI. Donald Trump kembali menegaskan rencananya untuk memberlakukan tarif pada tiga mitra dagang terbesar AS ? Kanada, Meksiko, dan China. REUTERS/Brendan Mcdermid TPX IMAGES OF THE DAY


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

Produsen Otomotif dan Komponen China 

1. Yanfeng Automotive Interiors 

- Memproduksi komponen mobil di Meksiko untuk perusahaan seperti General Motors dan Toyota. 

2. BYD

- Produsen kendaraan listrik terbesar di China sedang mencari lokasi untuk membangun pabrik di Meksiko, tetapi menegaskan bahwa produksinya hanya untuk pasar lokal. 

3. JAC Motors 

- Bermitra dengan Giant Motors sejak 2017 untuk merakit kendaraan merek JAC di Meksiko. 

4. MG (SAIC Motors) 

- Mengumumkan rencana membangun pabrik di Meksiko pada Agustus 2024. 

Baca Juga: Perang Dagang Jilid 2 dengan Donald Trump Bisa Bikin Ekonomi Tiongkok Hancur

Perusahaan Elektronik dan Teknologi 

1. Foxconn

- Sedang membangun pabrik server kecerdasan buatan (AI) di Meksiko bersama Nvidia, dengan produksi direncanakan mulai tahun depan. 

2. Lenovo 

- Memiliki situs produksi besar di Monterrey, Meksiko, yang diperluas pada 2021. Semua produk pusat datanya untuk pasar Amerika Utara dibuat di sana. 

3. LG Electronics 

- Memproduksi TV, peralatan rumah tangga, dan komponen kendaraan listrik di Meksiko. 

- Sedang mengevaluasi berbagai kemungkinan dampak perubahan kebijakan perdagangan. 

Rencana tarif impor yang dijanjikan Trump bisa memengaruhi berbagai sektor industri yang bergantung pada rantai pasokan global.

Banyak perusahaan kini tengah mempertimbangkan langkah strategis untuk menghadapi potensi kenaikan biaya akibat kebijakan ini.   


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×