kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.650.000   17.000   0,65%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Insiden Lapangan Tiananmen tidak akan terulang jika China bergerak ke Hong Kong


Jumat, 16 Agustus 2019 / 15:50 WIB
ILUSTRASI. Militer China berkumpul di pelabuhan Shenzhen, seberang Hong Kong


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Media China berani bersumpah, bahwa insiden Lapangan Tiananmen "tidak akan terulang" jika Beijing bergerak untuk memadamkan aksi unjuk rasa pro-demokrasi di Hong Kong.

Dalam tajuknya, meski tabu menyebutkan tragedi berdarah itu di China daratan, Global Times, koran milik pemerintah negeri tembok raksasa, menyatakan, pemerintah memiliki metode yang lebih canggih dibanding 30 tahun yang lalu saat aksi di Lapangan Tiananmen.

"Insiden di Hong Kong tidak akan mengulang insiden politik pada 4 Juni 1989," tulisa Global Times dalam editorialnya, Jumat (16/8), seperti dikutip Channelnewsasia.com. "China jauh lebih kuat dan lebih matang, dan kemampuannya untuk mengelola situasi kompleks sudah sangat meningkat," imbuh Global Times.

Baca Juga: Situasi di Hong Kong semakin memburuk, China tak akan duduk dan menonton

Tanda-tanda China akan masuk ke Hong Kong sudah tampak. Ratusan polisi paramiliter China lengkap dengan kendaraan pengakut personel lapis baja dan truk sudah berada di Kota Shenzen yang berseberangan dengan Hong Kong.

Tambah lagi, Duta Besar China untuk Inggris Liu Xiaoming menyatakan, jika situasi di Hong Kong semakin memburuk, pemerintah pusat tidak akan duduk dan menonton.

"Kami memiliki solusi yang cukup dan kekuatan yang cukup dalam batas-batas Undang-Undang Dasar untuk memadamkan kerusuhan dengan cepat," kata Liu kepada wartawan di London seperti dikutip Reuters. "Langkah mereka adalah pelanggaran berat dan keras, dan sudah menunjukkan tanda-tanda terorisme," tambahnya.

Baca Juga: Pasukan paramiliter China berlatih di dekat perbatasan Hong Kong

Aksi demo anti Undang-Undang Ekstradisi sudah berlangsung lebih dari 10 pekan di Hong Kong. Ribuan pendemo sempat menduduki Bandara Internasional Hong Kong yang membuat otoritas membatalkan seluruh penerbangan.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×