kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Investasi melambat, China turunkan rasio modal minimum untuk proyek infrastruktur


Rabu, 13 November 2019 / 20:25 WIB
Investasi melambat, China turunkan rasio modal minimum untuk proyek infrastruktur
ILUSTRASI. Tumpukan kontainer di sebuah pelabuhan di Huaian, Provinsi Jiangsu, China, 5 Mei 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Demi mendorong laju investasi, China akan menurunkan persyaratan rasio modal minimum untuk beberapa proyek di bidang infrastruktur.

Melansir laporan stasiun televisi Pemerintah China, CCTV  pada Rabu (13/11) mengutip hasil rapat kabinet yang dipimpin Perdana Menteri Li Keqiang, Reuters melaporkan, rasio modal mininum untuk proyek-proyek pelabuhan dan infrastruktur logistik turun menjadi 20%, dari sebelumnya 25%.

Sementara untuk proyek jalan raya, kereta api, perlindungan lingkungan, dan infrastruktur layanan sosial, rasio modal minimumnya berdasarkan kasus per kasus, dengan penurunan hingga menjadi 5%.

Baca Juga: Duh, peretas China diduga membobol data asosiasi industri AS terkait perang dagang

Biasanya, proyek infrastruktur di negeri tembok raksasa dibiayai oleh ekuitas dan utang. Tapi, pemilik proyek harus memenuhi persyaratan rasio ekuitas minimum sebelum meningkatkan pembiayaan melalui pinjaman.

Sebelumnya, Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional, badan perencanaan pembangunan China, mengatakan pada Agustus, pemerintah akan menurunkan persyaratan rasio modal minimum untuk beberapa proyek guna memperluas investasi.

Sebab, realisasi investasi China hanya tumbuh 5,4% sepanjang Januari hingga September 2019. Angka ini melambat dibanding pertumbuhan selama delapan bulan pertama tahun ini sebesar 5,5%.

Baca Juga: Produsen mobil listrik China, Xpeng dapat suntikan US$ 400 juta dari Xiaomi

Banyak pemerintah daerah di China menghadapi tekanan fiskal yang meningkat, seiring pemotongan pajak dan perlambatan ekonomi yang lebih luas mengurangi pendapatan mereka.

Akibatnya, menghambat kemampuan pemerintah daerah di Tiongkok untuk melanjutkan proyek-proyek infrastruktur besar yang Beijing harapkan bisa menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi yang melambat.

Maklum, pertumbuhan ekonomi China di kuartal ketiga tahun ini melambat ke laju terlemah dalam hampir tiga dekade.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×