kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.681   54,00   0,31%
  • IDX 6.535   -6,68   -0,10%
  • KOMPAS100 866   8,07   0,94%
  • LQ45 659   9,32   1,43%
  • ISSI 225   -2,18   -0,96%
  • IDX30 366   5,04   1,40%
  • IDXHIDIV20 458   8,21   1,83%
  • IDX80 99   1,17   1,20%
  • IDXV30 126   0,85   0,68%
  • IDXQ30 118   2,25   1,94%

Jack Ma pensiun, bagaimana nasib Alibaba ke depan?


Selasa, 10 September 2019 / 12:59 WIB
ILUSTRASI. Alibaba executive chairman Jack Ma


Sumber: South China Morning Post | Editor: Tendi Mahadi

Di bawah bimbingan Ma, Alibaba telah menjadi pemimpin e-commerce di China. Perusahaan ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$ 460 miliar dan penjualan dalam acara belanja Singles’ Day 24-hour yang mencapai US$ 30,8 miliar pada tahun lalu.

Alibaba juga dinobatkan sebagai merek ritel paling bernilai di luar Amerika Serikat pada tahun 2019.

Perusahaan afiliasi keuangannya, Ant Financial, adalah salah satu dari dua penyedia pembayaran mobile yang dominan di negara ini. Selain itu, bisnis cloud perusahaan, dalam waktu kurang dari satu dekade, menancapkan dirinya ke posisi nomor tiga di pasar global.

Baca Juga: Jack Ma pensiun, ini momen-monem bersejarah Alibaba di bawah kepemimpinannya (1)

Awal tahun ini perusahaan meluncurkan prosesor chip yang dikembangkan sendiri, di tengah seruan dari Beijing untuk mencapai swasembada yang lebih besar dalam bidang semikonduktor. Alibaba juga telah mendorong dirinya lebih jauh ke dalam pengembangan kecerdasan buatan.

Meski pensiun, tapi Ma tidak memutuskan hubungan sama sekali dengan Alibaba. Dia akan tetap menjadi anggota dewan direksi Alibaba sampai pertemuan pemegang saham tahunan pada tahun 2020.

Selain itu, Ma juga akan tetap menjadi mitra seumur hidup dalam Kemitraan Alibaba dengan hak untuk mencalonkan mayoritas direktur di dewan perusahaan.

Investor dan analis akan mengawasi bagaimana Zhang mengarahkan perusahaan melalui kondisi ekonomi yang tidak menentu di tengah perang dagang antara AS dan China serta kondisi ekonomi Tiongkok yang melambat.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×