kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.765   72,00   0,41%
  • IDX 6.447   10,11   0,16%
  • KOMPAS100 851   1,15   0,14%
  • LQ45 648   1,04   0,16%
  • ISSI 223   0,46   0,21%
  • IDX30 360   1,10   0,31%
  • IDXHIDIV20 449   2,07   0,46%
  • IDX80 97   0,14   0,14%
  • IDXV30 124   0,54   0,43%
  • IDXQ30 116   0,41   0,35%

Jepang dan AS Kompak Menentang Upaya Pembatasan Senjata Robot Pembunuh


Senin, 20 Desember 2021 / 10:04 WIB
ILUSTRASI. Bendera nasional Jepang dan AS.


Sumber: Kyodo | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

China sendiri mengatakan telah menyerahkan dokumen sikap tentang aturan penggunaan teknologi AI pada militer. Ini adalah pertama kalinya China mengajukan proposal yang komprehensif dan sistematis tentang tata kelola keamanan AI dalam kerangka Konvensi PBB tentang Senjata Konvensional Tertentu.

Di saat yang sama, banyak LSM, pakar AI, serta ahli robotika juga mendorong dimulainya negosiasi tentang aturan yang mengikat senjata otonom secara hukum. Beberapa negara seperti Austria, Chili, Irlandia, dan Selandia Baru juga mendukung adanya aturan yang mengikat.

Kegagalan pembicaraan pada hari Jumat pekan lalu praktis membuat negara-negara dan organisasi non-pemerintah yang telah menyerukan aturan yang mengikat secara hukum merasa kecewa.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×