kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Jepang Desak China Ambil Tindakan Usai Mereka Melarang Warganya Berkunjung ke Jepang


Sabtu, 15 November 2025 / 15:41 WIB
Jepang Desak China Ambil Tindakan Usai Mereka Melarang Warganya Berkunjung ke Jepang
ILUSTRASI. Pemerintah Jepang mendesak Chna untuk mengambil langkah-langkah yang tepat setelah Beijing memperingatkan warga Tiongkok agar tidak mengunjungi Jepang. Demikian dilaporkan oleh kantor berita Kyodo. REUTERS/Kim Kyung-Hoon/File Photo


Sumber: Reuters | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Pemerintah Jepang mendesak Chna untuk mengambil langkah-langkah yang tepat setelah Beijing memperingatkan warga Tiongkok agar tidak mengunjungi Jepang. Demikian dilaporkan oleh kantor berita Kyodo. Hal itu terjadi terkait sengketa yang sedag berlangsung atas Taiwan.

Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara mengatakan Jepang telah menyampaikan pesan tersebut kepada China dan dengan tegas memintanya untuk mengambil mengambil tindakan yang tepat.

Sebelumnya pada Jumat (14/11/2025), Tiongkok memperingatkan warganya agar tidak mengunjungi Jepang dalam pertikaian yang dipicu oleh komentar Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi. Dia mengatakan pekan lalu bahwa serangan Tiongkok terhadap Taiwan bisa menjadi situasi yang mengancam kelangsungan hidup dan berpotensi memicu respons militer.

Baca Juga: China Ingatkan Jepang Akan Menderita Kekalahan Telak Jika Campur Tangan di Taiwan

Jepang dan Cina berbeda pendapat tentang masalah ini dan sangat penting untuk menjaga komunikasi, demikian laporan Kyodo.

Tiongkok mengklaim Taiwan diperintah secara demokratis dan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk menguasai pulau itu, yang terletak yang terletak hanya 110 km (70 mil) dari wilayah Jepang. Pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan Beijing.

Para pemimpin Jepang sebelumnya telah menghindari penyebutan Taiwan ketika mendiskusikan skenario semacam itu, mempertahankan ambiguitas strategis yang juga disukai oleh sekutu utama Jepang, Amerika Serikat.


Tag


TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×