kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.946.000   102.000   3,59%
  • USD/IDR 16.807   4,00   0,02%
  • IDX 8.147   24,12   0,30%
  • KOMPAS100 1.146   9,03   0,79%
  • LQ45 833   9,07   1,10%
  • ISSI 287   -1,72   -0,60%
  • IDX30 433   3,38   0,79%
  • IDXHIDIV20 520   5,37   1,04%
  • IDX80 128   1,27   1,00%
  • IDXV30 142   0,85   0,61%
  • IDXQ30 140   0,75   0,54%

Kapal China dekati kapal Petronas Malaysia di Laut China Selatan, apa yang terjadi?


Sabtu, 18 April 2020 / 10:12 WIB
Kapal China dekati kapal Petronas Malaysia di Laut China Selatan, apa yang terjadi?
ILUSTRASI. Ilustrasi Laut China Selatan. REUTERS/Beawiharta


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Zubil Mat Som, kepala badan penegakan maritim Malaysia, mengkonfirmasi bahwa Haiyang Dizhi 8 berada di perairan Malaysia, harian berbahasa Melayu Harian Metro melaporkan.
"Kami tidak tahu tujuannya tetapi tidak melakukan kegiatan melawan hukum," katanya, menurut laporan itu.

Baca Juga: China kirim kapal induk dekati Jepang saat angkatan laut AS berjuang melawan corona

Kementerian luar negeri China dan Vietnam tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Haiyang Dizhi 8 berjarak 324 km (200 mil) di lepas pantai Malaysia, di dalam zona ekonomi eksklusif Malaysia, data Lalu Lintas Laut menunjukkan.

Capella Barat tidak terlihat pada data pelacakan, tetapi sumber-sumber keamanan mengatakan kapal itu di daerah tersebut. 

Baca Juga: Kapal induk China bergerak di pasifik, Taiwan kerahkan kapal perang

Inisiatif Transparansi Maritim Asia, sebuah lembaga think tank yang berbasis di Washington DC, telah mengisyaratkan kehadiran kapal China tersebut di sana sejak Oktober.

China mengklaim hampir semua Laut China Selatan yang kaya energi, yang juga merupakan rute perdagangan utama setiap tahun. Filipina, Brunei, Vietnam, Malaysia, dan Taiwan memiliki klaim yang tumpang tindih atas wilayah ini.




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×