kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.917.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.789   -61,00   -0,36%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

Kapal Feri Penumpang Terbalik di Filipina Selatan, 7 Orang Tewas dan Ratusan Hilang


Senin, 26 Januari 2026 / 08:41 WIB
Kapal Feri Penumpang Terbalik di Filipina Selatan, 7 Orang Tewas dan Ratusan Hilang
ILUSTRASI. Kapal Terbalik di Filipina (REUTERS/Eloisa Lopez)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Sedikitnya tujuh orang tewas setelah sebuah kapal feri penumpang yang mengangkut lebih dari 300 orang terbalik di perairan Provinsi Basilan, Filipina selatan, kata Penjaga Pantai Filipina (PCG), Senin (26/1/2026).

Kecelakaan terjadi sesaat setelah tengah malam ketika kapal penumpang MV Trisha Kerstin 3 sedang dalam perjalanan menuju Jolo, Provinsi Sulu, usai bertolak dari Zamboanga.

Baca Juga: Samsung Mulai Produksi Chip HBM4 Bulan Depan untuk Pasok Nvidia

Menurut PCG, kapal tersebut tercatat membawa 332 penumpang dan 27 awak.

Komandan Penjaga Pantai Distrik Mindanao Selatan, Romel Dua, mengatakan kepada radio DZBB bahwa 215 orang berhasil diselamatkan dan tujuh jenazah telah ditemukan, sementara 144 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung.

Dua menambahkan bahwa pihak berwenang tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab terbaliknya kapal tersebut.

Gubernur Basilan Mujiv Hataman membagikan sejumlah video di Facebook yang memperlihatkan kondisi di Pelabuhan Isabela, Mindanao.

Baca Juga: Yen Jepang Menguat Senin (26/1), Pasar Waspadai Potensi Intervensi

Dalam rekaman tersebut tampak para penyintas dievakuasi dari kapal, sebagian dibalut selimut penghangat, sementara lainnya dibawa menggunakan tandu.

Kecelakaan feri merupakan insiden yang kerap terjadi di Filipina, negara kepulauan dengan lebih dari 7.000 pulau, yang selama bertahun-tahun menghadapi tantangan dalam keselamatan transportasi laut.

Selanjutnya: Catat Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Senin (26/1) Produk UBS, GALERI 24

Menarik Dibaca: IHSG Masih Rawan Koreksi, Berikut Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Senin (26/1)




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×