kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45765,98   1,38   0.18%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Kapal perang China tembakkan laser ke pesawat pengintai AS, militer AS meradang


Jumat, 28 Februari 2020 / 09:02 WIB
Kapal perang China tembakkan laser ke pesawat pengintai AS, militer AS meradang
ILUSTRASI. Kapal induk militer milik China. Kapal perang militer China menembakkan laser tingkat militer di pesawat pengintai P-8 milik Angkatan Laut AS di pekan lalu

Sumber: CNN | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Militer Amerika Serikat (AS) meradang atas China. Angkatan Laut AS menyatakan, kapal perang militer China menembakkan laser tingkat militer di pesawat pengintai P-8 milik Angkatan Laut AS di pekan lalu ketika sedang terbang di atas Samudera Pasifik.

Angkatan Laut AS menyebut tembakan laser China itu tidak aman dan tidak profesional.

Baca Juga: Pentagon: AS harus siap menghadapi bentrokan militer dengan China

"Senjata laser berpotensi menyebabkan bahaya serius bagi awak kapal dan pelaut, serta sistem kapal dan pesawat terbang," demikian Armada Pasifik AS dalam sebuah pernyataan, Kamis (27/2) seperti dikutip CNN.

Sinar laser kelas militer, kadang-kadang dikenal sebagai "dazzler," dan memiliki sinar cahaya yang kuat yang dapat membutakan pilot pesawat terbang.

Para pejabat pertahanan AS mengatakan kepada CNN bahwa protes diplomatik formal atas tindakan militer China tersebut akan dikeluarkan.

Insiden itu terjadi di tengah ketegangan yang sedang berlangsung antara militer AS dan militer China.

Baca Juga: Gagal atasi virus corona, sejuta orang teken petisi impeachment Presiden Korsel

Pentagon telah berulang kali mengatakan China merupakan ancaman yang semakin serius terhadap keamanan regional.

Menurut Pentagon, investasi besar Tiongkok dalam militernya bertujuan untuk mencapai dominasi regional.

Baca Juga: WHO: Tidak ada satu pun negara yang bisa menghindar dari virus corona

"Seiring waktu, kami telah menyaksikan mereka merebut dan melakukan militerisasi pulau-pulau di Laut Cina Selatan, dan dengan cepat memodernisasi angkatan bersenjata mereka, sambil berusaha untuk menggunakan teknologi yang muncul untuk mengubah lanskap kekuatan dan membentuk kembali dunia untuk kebaikan mereka ... dan seringkali di mengorbankan orang lain," kata Menteri Pertahanan AS Mark Esper, awal bulan ini.

AS pernah melakukan protes diplomatik seperti itu di masa lalu. Pangkal masalahnya juga sama karena pasukan militer China menggunakan laser terhadap pesawat AS.

Salah satu insiden semacam itu terjadi di Djibouti, Afrika Timur, tempat AS dan China mempertahankan pangkalan militer.

Para pejabat AS pada 2018 menuduh pasukan China yang ditempatkan di Djibouti melukai pilot AS dengan laser yang ditembakkan ke pesawat C-130J AS.

Baca Juga: Iran siaga: Wakil presiden Iran terinfeksi, mantan dubes Iran di Vatikan meninggal



TERBARU

[X]
×