Sumber: Channelnewsasia.com | Editor: S.S. Kurniawan
"Terlepas dari penurunan proyeksi, masih ada tingkat ketidakpastian yang signifikan atas panjang dan beratnya wabah COVID-19, serta lintasan pemulihan ekonomi global dan Singapura," kata mereka seperti dikutip Channelnewsasia.com.
Baca Juga: WHO setop uji coba hydroxychloroquine pada pasien Covid-19, ada apa?
Dalam laporannya, Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura menyebutkan, gangguan terhadap aktivitas ekonomi di negara-negara besar di dunia, seperti Amerika Serikat (AS) dan China, lebih parah dari proyeksi dua bulan lalu.
Ketidakpastian yang signifikan juga tetap ada di ekonomi global, misalnya, risiko gelombang infeksi berikutnya di negara-negara besar, seperti AS dan zona euro, bisa mengganggu aktivitas ekonomi lebih lanjut.
"Secara khusus, jika infeksi mulai meningkat dan langkah-langkah ketat seperti penguncian dan pembatasan pergerakan berlaku kembali, penurunan dalam ekonomi bisa lebih parah dan berkepanjangan dari yang diharapkan," ujar Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura.