kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45670,77   -28,01   -4.01%
  • EMAS926.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Kenaikan tarif impor gerus laba, perusahaan Asia memilih pulang kampung


Jumat, 06 September 2019 / 09:53 WIB
Kenaikan tarif impor gerus laba, perusahaan Asia memilih pulang kampung
ILUSTRASI. Pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping saat KTT G20

Sumber: South China Morning Post,CNBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sebagai contoh, pembuat papan sirkuit Flexium dan komputer Quanta memilih untuk pulang kampung. SK Hynix, pembuat chip terbesar kedua di dunia, juga ingin memindahkan produksi modul chip tertentu kembali ke Korea Selatan.

Adapun perusahaan Jepang, Mitsubishi Electric mengalihkan produksi peralatan mesin yang terikat dengan AS dari pabrikannya di Dalian, China ke Nagoya di Jepang. Menurut Nomura dengan mengutip The Japan Times dan The Asahi Shimbun, produsen mesin Toshiba Machine dan Komatsu juga merencanakan langkah yang sama.

Baca Juga: Garap pasar AS, ekspor mebel Indonesia bersaing ketat dengan Vietnam

"Tren ini konsisten dengan perbedaan ekspor yang terlihat di Asia baru-baru ini sebagai akibat dari pengalihan perdagangan," tulis ekonom Nomura Sonal Varma dan Michael Loo dalam sebuah laporan yang dirilis Rabu seperti yang dikutip dari CNBC.

Ekonom Nomura juga bilang, perusahaan komputer asal AS, Dell, juga mulai mencemaskan mengenai kenaikan biaya tenaga kerja di China. Mereka juga mengambil kesempatan dari penurunan akibat perang dagang untuk mempercepat pemindahan pabrik mereka keluar dari China.

Catatan Nomura, hampir separuh dari perusahaan yang ingin memindahkan pabriknya dari China merupakan perusahaan AS dan Taiwan.

Baca Juga: Bank Dunia: Indonesia terancam mengalami capital outflow besar

Laporan tersebut dirilis menyusul adanya permintaan Presiden AS Donald Trump agar perusahaan-perusahaan Amerika memindahkan produksinya dari China. Pada 23 Agustus, Trump menuliskan cuitan di Twitter yang isinya memerintahkan perusahaan-perusahaan AS untuk "segera mulai mencari alternatif selain China" dan meproduksi produk mereka di rumah.

Jika dilihat secara industri, tiga sektor yang mendominasi relokasi dari China adalah elektronik, diikuti oleh pakaian, sepatu dan tas, dan peralatan listrik.

Baca Juga: China dan AS gelar pembicaraan tingkat tinggi bulan depan. Perang dagang mereda?

“Ini bukan hanya pengalihan perdagangan jangka pendek; relokasi produksi jangka menengah juga telah dimulai,” kata laporan Nomura.




TERBARU

Close [X]
×