kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.908   -11,00   -0,07%
  • IDX 7.693   115,78   1,53%
  • KOMPAS100 1.075   16,52   1,56%
  • LQ45 785   12,74   1,65%
  • ISSI 272   4,12   1,54%
  • IDX30 418   8,12   1,98%
  • IDXHIDIV20 513   10,74   2,14%
  • IDX80 121   1,70   1,43%
  • IDXV30 138   1,99   1,46%
  • IDXQ30 135   2,64   2,00%

Kepala Pasukan Perlindungan Nuklir Rusia Tewas Terkena Bom Skuter Listrik di Moskow


Selasa, 17 Desember 2024 / 14:09 WIB
Kepala Pasukan Perlindungan Nuklir Rusia Tewas Terkena Bom Skuter Listrik di Moskow
ILUSTRASI. Ilustrasi Ledakan


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Sebuah bom yang disembunyikan di skuter listrik menewaskan seorang jenderal senior Rusia yang bertanggung jawab atas pasukan perlindungan nuklir, biologis, dan kimia di Moskow pada Selasa (17/12).

Letnan Jenderal Igor Kirillov, kepala Pasukan Perlindungan Nuklir, Biologis, dan Kimia Rusia, tewas di luar sebuah gedung apartemen di Ryazansky Prospekt, sebuah jalan sekitar tujuh kilometer dari Kremlin.

Baca Juga: Pasukan AS Tembak Jatuh Rudal Balistik dalam Latihan di Guam

"Igor Kirillov, kepala pasukan perlindungan radiasi, kimia, dan biologis angkatan bersenjata Federasi Rusia, dan asistennya tewas," kata Komite Investigasi Rusia dalam pernyataan resmi.

Foto-foto yang diposting di saluran Telegram Rusia menunjukkan pintu masuk bangunan yang hancur, puing-puing berserakan, serta dua jasad yang tergeletak di salju yang berlumuran darah.

Rekaman dari Reuters menunjukkan lokasi kejadian sudah dipasangi garis polisi. Pihak berwenang menyatakan telah membuka penyelidikan kriminal terkait insiden ini.

Baca Juga: Kalinka, Sistem Mata-mata Baru Rusia Ancaman Baru bagi Starlink di Ukraina

Pasukan pertahanan radiasi, kimia, dan biologis Rusia, yang dikenal sebagai RKhBZ, adalah unit khusus yang beroperasi dalam kondisi terkontaminasi bahan radioaktif, kimia, dan biologis.

Insiden ini terjadi sehari setelah jaksa Ukraina mendakwa Kirillov in absentia atas tuduhan penggunaan senjata kimia terlarang di medan perang Ukraina, menurut laporan dari Security Service of Ukraine yang dikutip oleh Kyiv Independent.

Rusia telah membantah tuduhan tersebut.

Sementara itu, pada Oktober lalu, Inggris memberikan sanksi terhadap Kirillov dan pasukan perlindungan nuklir Rusia atas laporan penggunaan agen pengendali kerusuhan serta agen beracun chloropicrin di medan perang.

Baca Juga: Curhatan Assad Pasca Diusir dari Suriah, Berapa Nilai Kekayaan yang Dimilikinya?

Chloropicrin diketahui sebagai zat beracun yang menyerang saluran pernapasan.

Insiden bom ini semakin menambah ketegangan di tengah konflik yang terus berlanjut antara Rusia dan Ukraina.




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×