kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Kepemilikan Asing di Pasar Obligasi China Kian Gemuk


Kamis, 18 April 2024 / 16:07 WIB
ILUSTRASI. Uang yuan China. REUTERS/Jason Lee/File Photo


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Investor asing meningkatkan kepemilikan mereka pada obligasi dalam negeri China selama tujuh bulan berturut-turut pada bulan Maret meski lebih lambat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Data bank sentral China mencatat lembaga-lembaga asing memiliki obligasi senilai 4,0 triliun yuan atau setara US$ 552,74 miliar yang diperdagangkan di pasar antar bank China pada akhir Maret, naik dari 3,95 triliun yuan pada bulan sebelumnya.

Arus masuk yang sebesar 50 miliar yuan pada bulan Maret tercatat lebih kecil dibandingkan dengan empat bulan sebelumnya, dan juga disertai dengan penurunan kepemilikan obligasi pemerintah.

Baca Juga: Kepulauan Solomon Menunggu Hasil Pemungutan Suara Pemilu yang Diawasi China dan AS

Obligasi pemerintah China mengalami rekor reli yang memecahkan rekor sejak awal tahun ini, dengan imbal hasil obligasi jangka panjang mencapai rekor terendah.

Sementara itu, kesenjangan imbal hasil (yield gap) yang semakin melebar antara AS dan China juga menambah tekanan pada arus masuk obligasi dan yuan China.

Perbedaan imbal hasil antara obligasi pemerintah AS dan China bertenor 10 tahun melebar menjadi 238 basis poin pada minggu ini, alias jadi yang terbesar dalam hampir 22 tahun.




TERBARU

[X]
×