kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Kepemilikan Asing di Pasar Obligasi China Kian Gemuk


Kamis, 18 April 2024 / 16:07 WIB
ILUSTRASI. Uang yuan China. REUTERS/Jason Lee/File Photo


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Investor asing meningkatkan kepemilikan mereka pada obligasi dalam negeri China selama tujuh bulan berturut-turut pada bulan Maret meski lebih lambat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Data bank sentral China mencatat lembaga-lembaga asing memiliki obligasi senilai 4,0 triliun yuan atau setara US$ 552,74 miliar yang diperdagangkan di pasar antar bank China pada akhir Maret, naik dari 3,95 triliun yuan pada bulan sebelumnya.

Arus masuk yang sebesar 50 miliar yuan pada bulan Maret tercatat lebih kecil dibandingkan dengan empat bulan sebelumnya, dan juga disertai dengan penurunan kepemilikan obligasi pemerintah.

Baca Juga: Kepulauan Solomon Menunggu Hasil Pemungutan Suara Pemilu yang Diawasi China dan AS

Obligasi pemerintah China mengalami rekor reli yang memecahkan rekor sejak awal tahun ini, dengan imbal hasil obligasi jangka panjang mencapai rekor terendah.

Sementara itu, kesenjangan imbal hasil (yield gap) yang semakin melebar antara AS dan China juga menambah tekanan pada arus masuk obligasi dan yuan China.

Perbedaan imbal hasil antara obligasi pemerintah AS dan China bertenor 10 tahun melebar menjadi 238 basis poin pada minggu ini, alias jadi yang terbesar dalam hampir 22 tahun.




TERBARU

[X]
×