kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Kerajaan Spanyol juga diambang keruntuhan, ini penyebabnya


Senin, 21 September 2020 / 10:04 WIB
ILUSTRASI. ilustrasi. Kerajaan Spanyol juga diambang keruntuhan, ini penyebabnya


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

Kemudian pada Juni Mahkamah Agung Spanyol membuka penyelidikan awal atas keterlibatan Juan Carlos, dalam keterlibatannya di proyek kereta api berkecepatan tinggi di Arab Saudi.

Koran Swiss La Tribune de Geneve melaporkan, raja yang bertakhta mulai November 1975 sampai Juni 2014 itu menerima 100 juta dollar AS (Rp 1,47 triliun) dari mendiang raja Saudi. Otoritas Swiss pun telah membuka penyelidikan.

Juan Carlos enggan mengomentari kasus itu, dan pengacaranya mengatakan dia tetap berada di pengasingan oleh jaksa Spanyol. Sebagai raja Juan Carlos mendapat kekebalan hukum penuh meski dia dapat dituntut atas kesalahan apa pun sejak turun takhta.

Baca juga: Pendaftaran lelang rumah murah sitaan bank di Tangerang Rp 300-an juta segera ditutup

Sebuah jajak pendapat dari surat kabar pro-monarki ABC yang diterbitkan Agustus mengatakan, 56% responden mendukung monarki, 33,5% ingin jadi republik, sedangkan 6 persen tidak tahu dan 4,1% tak peduli.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudul "Mantan Raja Tersandung Skandal Pajak, Spanyol Diusulkan jadi Republik"

Penulis Aditya Jaya Iswara
Editor Aditya Jaya Iswara

Selanjutnya: Pemecatan pegawai diler Honda di Kanada jadi viral, ini penyebabnya




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×