kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Ketagihan berinvestasi di properti (3)


Selasa, 11 Oktober 2016 / 10:00 WIB


Reporter: Dina Farisah | Editor: Tri Adi

Kegagalan tidak membuat Kenneth C Griffin patah semangat. Miliarder ini justru makin giat mencari ladang lain untuk berinvestasi. Kini ia berusaha untuk masuk ke bisnis properti. Peluang tersebut mulai ia rengkuh sejak tahun 2011. Kini Griffin memiliki sejumlah hunian megah yang tersebar di beberapa lokasi premium. Tak sekadar mengoleksi, ia juga menuai peluang dari bisnis tersebut dengan jual beli. Bahkan kini, Griffin disebut-sebut sebagai raja properti.

Mental baja selalu dimiliki oleh orang-orang hebat. Tak kecuali miliarder asal Florida, Amerika Serikat, Kenneth C Griffin. Jatuh bangun merintis hedge fund tak jadi soal baginya. Mental ia kembali diuji saat menghadapi krisis keuangan global tahun 2008.  

Saat itu, Citadel LLC, hedge fund yang Griffin dirikan telah berusia 18 tahun. Meski malang-melintang sebagai hedge fund tersohor, dampak krisis global turut menyeret Citadel. Bursa Wall Street kala itu ikut tumbang. Pada Mei 2008, dia mengkritik praktik manajemen risiko di Wall Street.

Menurut dia, sebagai sebuah industri, pelaku pasar harus memiliki tanggung jawab mengelola risiko dengan bijaksana. Sementara saat itu, pasar modal dikendalikan sekelompok orang muda yang belum lihai mengelola risiko.

Sebagai pimpinan Citadel, Griffin berharap, regulasi yang ada bisa mengakomodir industri keuangan. Griffin seperti dikutip New York Times pada 2008 mengkritik, kebijakan Bank Sentral AS mengenai batas modal kerja. Kebijakan ini hanya memperburuk pengambilan risiko. Griffin juga terkenal lantang menyuarakan pendapatnya atas kebijakan industri keuangan.

Meski begitu, Griffin berhasil membawa Citadel melewati krisis dan membukukan keuntungan pada 2011. Selanjutnya, Griffin mulai melirik peluang emas di bidang properti. Wall Street Journal menyebut, Griffin telah merajai pasar real estate jetset selama beberapa tahun terakhir. Deretan hunian megah itu tersebar di lokasi premium meliputi Palm Beach, Chicago dan New York.

Griffin membeli dua properti mewah bernama Faena House. Properti seluas 12.516 kaki persegi tersebut seharga US$ 60 juta. Hunian ini menghadap langsung pasir putih tepi pantai Miami. Selain itu, Faena House juga menyuguhkan pemandangan lautan Atlantik di salah satu sisinya dan Indian Creek Canal.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×