kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.509   9,00   0,05%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ketegangan Timur Tengah Memanas, UEA Tangkis Serangan Rudal dan Drone Iran


Jumat, 08 Mei 2026 / 11:05 WIB
Ketegangan Timur Tengah Memanas, UEA Tangkis Serangan Rudal dan Drone Iran
ILUSTRASI. IRAN-MILITARY/ (via REUTERS/IRGC/WANA (West Asia News Agency)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON/KAIRO. Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan sistem pertahanan udaranya mencegat ancaman rudal dan drone dari Iran pada Jumat (8/5/2026) dini hari.

Melansir Reuters, serangan terbaru ini kembali menguji gencatan senjata rapuh antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang telah berlangsung sekitar satu bulan.

Belum banyak rincian yang disampaikan terkait serangan terhadap UEA tersebut.

Baca Juga: Para Pemimpin Asia Tenggara Cari Strategi untuk Meredam Dampak Perang di Iran

Insiden ini terjadi sehari setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan di sekitar Selat Hormuz, di tengah penantian Washington atas respons Teheran terhadap proposal perdamaian untuk mengakhiri konflik.

Sejak perang pecah pada 28 Februari, Iran beberapa kali menargetkan UEA dan negara-negara Teluk lain yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.

Presiden AS Donald Trump mengatakan tiga kapal perusak Angkatan Laut AS sempat diserang saat melintas di Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia, yang sebagian besar ditutup Iran sejak konflik dimulai.

“Tiga kapal perusak kelas dunia milik Amerika berhasil melintasi Selat Hormuz meski berada di bawah serangan. Tidak ada kerusakan pada kapal kami, tetapi kerusakan besar terjadi pada pihak penyerang Iran,” tulis Trump melalui Truth Social.

Baca Juga: Trump Ajak CEO Nvidia hingga Boeing dalam Lawatan ke China

Trump kemudian menegaskan bahwa gencatan senjata masih berlaku dan berupaya meredam ketegangan.

“Mereka mencoba menyerang kami hari ini. Kami menghancurkan mereka,” ujar Trump kepada wartawan di Washington.

Sementara itu, Komando Militer Gabungan Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata dengan menyerang kapal tanker minyak Iran dan satu kapal lainnya, serta melancarkan serangan udara di Pulau Qeshm dan wilayah pesisir Bandar Khamir serta Sirik.

Militer Iran menyatakan pihaknya membalas dengan menyerang kapal militer AS di timur Selat Hormuz dan selatan Pelabuhan Chabahar.

Baca Juga: Mata Uang Asia Melemah Jumat (8/5) Pagi, Won Korea Selatan Pimpin Penurunan

Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran mengklaim serangan Iran menyebabkan “kerusakan signifikan”. Namun, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut tidak ada aset mereka yang terkena serangan.

Media pemerintah Iran, Press TV, kemudian melaporkan situasi di pulau-pulau Iran dan wilayah pesisir sekitar Selat Hormuz telah kembali normal setelah beberapa jam baku tembak berlangsung.

Kedua negara memang beberapa kali terlibat saling serang sejak gencatan senjata berlaku pada 7 April, termasuk serangan Iran terhadap target di negara-negara Teluk seperti UEA.

Ketegangan terbaru turut mendorong kenaikan harga minyak pada perdagangan Asia. Harga minyak Brent kembali menembus level US$ 100 per barel setelah bentrokan terbaru antara AS dan Iran.

Baca Juga: Indeks KOSPI Korea Selatan Bersiap Catat Kenaikan Mingguan Terbesar Sejak 2008

Di tengah eskalasi tersebut, Trump menegaskan jalur negosiasi dengan Iran masih berjalan.

“Kami masih bernegosiasi dengan Iran,” kata Trump.

Sebelumnya, AS mengajukan proposal untuk mengakhiri konflik secara formal, namun proposal tersebut belum mencakup tuntutan utama Washington agar Iran menghentikan program nuklirnya dan membuka kembali Selat Hormuz.

Teheran menyatakan belum mengambil keputusan terkait proposal tersebut.

Meski demikian, Trump mengklaim Iran telah menerima tuntutan AS agar tidak pernah memiliki senjata nuklir.

“Tidak ada peluang sama sekali. Mereka tahu itu, dan mereka sudah menyetujuinya. Tinggal kita lihat apakah mereka mau menandatanganinya,” ujar Trump.

Baca Juga: Indeks Nikkei Tergelincir dari Rekor Tertinggi Jumat (8/5), Saham SoftBank Tertekan

Konflik ini juga memberi tekanan politik bagi Trump di dalam negeri. Sebelumnya, ia berkampanye menolak keterlibatan AS dalam perang luar negeri dan berjanji menurunkan harga bahan bakar.

Data American Automobile Association menunjukkan harga rata-rata bensin di AS telah melonjak lebih dari 40% sejak akhir Februari, naik sekitar US$ 1,20 per galon menjadi di atas US$ 4 per galon akibat terganggunya pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×