kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45764,61   -6,06   -0.79%
  • EMAS887.000 -1,88%
  • RD.SAHAM 0.90%
  • RD.CAMPURAN 0.65%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.47%

Khawatir serangan corona gelombang dua, wilayah di China ini kembali lockdown total


Kamis, 02 April 2020 / 13:44 WIB
Khawatir serangan corona gelombang dua, wilayah di China ini kembali lockdown total
ILUSTRASI. Suasana di salah satu kota di China saat wabah virus corona menyerang. REUTERS/Stringer

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Provinsi Henan di China tengah mengambil tindakan drastis dengan menempatkan sebuah kabupaten berukuran sedang dalam penguncian total. Langkah ini diambil ketika pemerintah daerah setempat berusaha menangkis gelombang kedua virus corona di tengah-tengah dorongan untuk menghidupkan kembali perekonomian.

South China Morning Post (SCMP) memberitakan, kebijakan seperti jam malam diberlakukan pada hari Selasa di wilayah Jia, dekat kota Pingdingshan. Menurut pemberitahuan pada akun mikroblog resmi negara itu, sekitar 600.000 penduduk di daerah itu disuruh tinggal di rumah.

"Diperlukan persetujuan khusus untuk semua kegiatan di luar rumah," demikian bunyi pengumuman tersebut.

Baca Juga: Stop penyebaran corona, pemerintah kota Shenzhen China larang makan anjing dan kucing

Setelah berbulan-bulan dilakukan pembatasan akibat penyebaran virus corona, China telah melaporkan penurunan kasus Covid-19 dalam negeri. Pada hari Rabu (1/4/2020), Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan 36 infeksi baru - semuanya impor kecuali satu kasus.

Baca Juga: Donald Trump disebut-sebut akan beri keringanan tarif, tetapi tidak untuk China

Menurut pemberitahuan daerah Jia seperti yang dikutip SCMP, penduduk harus memiliki izin khusus untuk meninggalkan rumah mereka dan suhu mereka harus diukur. Mereka juga wajib memakai masker wajah untuk perjalanan tersebut.

Semua bisnis di wilayah ini kembali ditutup, kecuali bisnis utilitas, pemasok medis, perusahaan logistik dan perusahaan pengolahan makanan. Semua toko kecuali supermarket, rumah sakit, pasar makanan, pompa bensin, apotek, dan hotel telah ditutup.

Baca Juga: Bukan vaksin, ilmuwan China ini menemukan antibodi efektif untuk mengobati corona

Selain itu, hanya orang-orang dengan izin khusus yang dapat pergi bekerja dan mobil hanya dapat digunakan pada hari-hari alternatif, tergantung pada nomor plat mereka.

Para pemimpin China sangat ingin memulai kembali perekonomian. Namun, mereka tetap menekankan, hal itu harus diimbangi dengan tindakan pengendalian.

Baca Juga: Redam kecemasan publik, China laporkan kasus virus corona tanpa gejala

Saat perjalanan inspeksi baru-baru ini ke provinsi Zhejiang, Presiden China Xi Jinping menekankan bahwa China harus mengambil langkah hati-hati untuk mengembalikan kehidupan normal dan memperingatkan para pejabat untuk memastikan "tidak ada celah" bagi epidemi untuk kembali.

Epidemi ini telah membuat lebih dari 82.000 orang sakit dan menewaskan 3.300 orang di daratan China saja.



TERBARU

[X]
×