kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45775,90   0,60   0.08%
  • EMAS934.000 0,32%
  • RD.SAHAM 0.24%
  • RD.CAMPURAN 0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Kian mencekam, kapal perang rudal AS kembali tantang Tiongkok di Laut China Selatan


Jumat, 29 Mei 2020 / 06:22 WIB
Kian mencekam, kapal perang rudal AS kembali tantang Tiongkok di Laut China Selatan
ILUSTRASI. Kapal Induk AS di Laut China Selatan. Australia Department Of Defence/Handout via REUTERS 

Sumber: South China Morning Post,Businessinsider,CNN | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Angkatan Laut AS sekali lagi menantang klaim China di Laut Cina Selatan, pada Kamis (29/5/2020). AS mengirim kapal perusak yang disenjatai rudal yang dipandu Arleigh Burke, USS Mustin di dekat Kepulauan Paracel.

Melansir CNN, Angkatan Laut AS telah dua kali mengirim kapal perang dalam upaya yang sama untuk menantang klaim China ke pulau Paracel dan Spratly pada bulan lalu dan melakukan operasi serupa di dekat Paracels pada bulan Maret.

Meningkatnya operasional AS terjadi di tengah memanasnya ketegangan antara Washington dan Beijing pada sejumlah masalah, termasuk upaya Partai Komunis China untuk melakukan kontrol yang lebih besar atas Hong Kong dan tanggung jawab atas virus corona.

Baca Juga: Ketegangan di Laut China Selatan memuncak, AS kirim dua bomber B-1B

"Pada 28 Mei (waktu setempat), USS Mustin (DDG 89) menegaskan hak navigasi dan kebebasan di Kepulauan Paracel, konsisten dengan hukum internasional," Letnan Anthony Junco, juru bicara Armada ke-7 Angkatan Laut AS, mengatakan dalam sebuah pernyataan seperti yang dikutip CNN.

"Dengan melakukan operasi ini, Amerika Serikat mendemonstrasikan bahwa perairan ini berada di luar apa yang Tiongkok dapat klaim secara hukum sebagai laut teritorialnya," tambah pernyataan itu.

Baca Juga: China siap mengambil tindakan pencegahan bila AS campur tangan di Hong Kong

Menurut seorang pejabat Angkatan Laut AS, Mustin melewati 12 mil laut dari Pulau Woody dan Batu Piramida. China mempertahankan lapangan terbang di Pulau Woody dan telah mendaratkan pesawat pembom strategis di sana di masa lalu.




TERBARU

[X]
×