Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menjanjikan "kehidupan indah” bagi keluarga prajurit yang gugur saat berperang di pihak Rusia melawan Ukraina.
Hal ini disampaikan Kim saat bertemu keluarga para prajurit pada Jumat (29/8/2025), sebagaimana dilaporkan media pemerintah KCNA, Sabtu (30/8).
Dalam pertemuan tersebut, Kim menyampaikan duka mendalam karena tidak mampu menyelamatkan nyawa para prajurit yang dianggapnya telah berkorban demi kehormatan negara.
Ia memuji keberanian dan keteguhan para prajurit yang, menurutnya, lahir dari dukungan keluarga yang disebut sebagai “bangsa paling gigih, patriotik, dan adil di dunia.”
Baca Juga: Kim Jong-un Resmikan Wonsan Kalma, Resor Pantai Mewah Terbaru Korea Utara
“Mereka tidak pernah menulis surat singkat sekalipun kepada saya, tetapi saya percaya mereka telah menitipkan keluarga mereka, termasuk anak-anak tercinta, kepada saya,” ujar Kim, seraya berjanji negara akan menjamin kehidupan yang layak bagi keluarga yang ditinggalkan.
Televisi pemerintah menayangkan Kim Jong Un membungkuk dalam-dalam kepada para keluarga yang terlihat larut dalam emosi.
Pertemuan ini merupakan penghormatan terbaru bagi pasukan Korea Utara yang mengalami korban besar dalam pertempuran di wilayah Kursk, Rusia, yang berbatasan dengan Ukraina.
Kim dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada April lalu mengakui pengerahan pasukan tersebut setelah berbulan-bulan tidak terbuka.
Baca Juga: Kim Jong Un Nyatakan Dukung Tanpa Syarat terhadap Rusia dalam Konflik Ukraina
Pada Sabtu, televisi pemerintah menyiarkan dokumenter berdurasi 25 menit yang memperlihatkan cuplikan prajurit Korea Utara yang disebut ikut dalam “Operasi Pembebasan Kursk.”
Rekaman itu menampilkan pertempuran melawan pasukan Ukraina, meski Reuters tidak dapat memverifikasi keasliannya.
Film dokumenter itu juga mengungkap bahwa keputusan pengerahan pasukan diambil Kim pada Agustus tahun lalu, dua bulan setelah ia dan Putin menandatangani perjanjian keamanan yang mencakup pakta pertahanan bersama.
Kim dijadwalkan menghadiri parade militer di China pekan depan bersama Putin untuk memperingati penyerahan Jepang pada Perang Dunia II. Ini akan menjadi pertemuan ketiga keduanya dalam dua tahun terakhir, menandai semakin eratnya aliansi militer kedua negara.
Baca Juga: Kim Jong Un Sebut keterlibatan Korut dalam perang Rusia-Ukraina Dibenarkan
Meski demikian, baik Korea Utara maupun Rusia belum mengungkap secara resmi jumlah pasukan yang dikerahkan maupun korban yang jatuh.
Badan intelijen Korea Selatan memperkirakan sekitar 600 tentara Korea Utara tewas dari total 15.000 yang dikirim. Sementara perkiraan intelijen Barat menyebut jumlah korban bisa melampaui 6.000 orang.