kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   4.000   0,14%
  • USD/IDR 16.945   44,00   0,26%
  • IDX 8.289   -21,14   -0,25%
  • KOMPAS100 1.168   -1,30   -0,11%
  • LQ45 837   -1,27   -0,15%
  • ISSI 296   -0,45   -0,15%
  • IDX30 438   -0,15   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   -3,68   -0,70%
  • IDX80 130   -0,12   -0,09%
  • IDXV30 143   0,03   0,02%
  • IDXQ30 140   -0,95   -0,67%

Kim Jong Un: Tujuan Militer Baru Korea Utara Akan Ditetapkan Pada Kongres Partai


Kamis, 19 Februari 2026 / 10:48 WIB
Kim Jong Un: Tujuan Militer Baru Korea Utara Akan Ditetapkan Pada Kongres Partai
ILUSTRASI. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan tujuan militer dan pembangunan baru akan ditetapkan selama kongres partai (dok/phl17.com)


Sumber: KCNA,Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan tujuan militer dan pembangunan baru akan ditetapkan selama kongres partai penting bulan ini, kata media pemerintah KCNA, seperti dilansir Reuters, Kamis (19/2/2026). Ia menyoroti kemajuan dalam pengembangan rudal Menggabungkan teknologi AI.

Kim menghadiri upacara untuk menandai penyerahan peluncur roket ganda kaliber 600 mm kepada Kongres Kesembilan Partai Buruh yang berkuasa pada Rabu (18/2/2026). 

KCNA mengatakan, 50 peluncur tersebut diserahkan oleh pekerja amunisi Korea Utara.

Upacara tersebut berlangsung pada hari yang sama dengan peletakan batu pertama proyek konstruksi baru di Distrik Hwasong, Pyongyang, yang juga dihadiri oleh pemimpin tersebut.

Baca Juga: Maskapai Vietnam Teken Kesepakatan Pembelian 90 Pesawat Boeing Senilai US$ 30 Miliar

Kim mengatakan peluncur roket tersebut hampir tidak berbeda dengan rudal balistik presisi tinggi dalam hal presisi dan kekuatan. 

Ia juga menambahkan bahwa peluncur tersebut sesuai untuk serangan khusus, yaitu, untuk menyelesaikan misi strategis dan menggabungkan teknologi AI dan sistem panduan.

Pernyataan Kim tentang "misi strategis" dipandang sebagai referensi terhadap kemampuan peluncur roket untuk melakukan serangan nuklir, menurut Kantor Berita Yonhap.

Kongres Partai Akan Dimulai

Kim telah menggembar-gemborkan kemajuan berbagai proyek menjelang Kongres Kesembilan bulan ini, pertemuan politik terbesar di negara itu yang meninjau kinerja, menetapkan tujuan kebijakan baru, dan dapat membawa perubahan kepemimpinan.

"Kongres Kesembilan Partai kita akan mendeklarasikan fase selanjutnya dari inisiatif dan tujuan pertahanan mandiri," kata Kim dalam pidatonya pada upacara peluncuran peluncur roket, menurut KCNA.

"Proyek untuk terus memperbarui kemampuan militer kita yang dapat dengan kuat menundukkan setiap ancaman dan tantangan dari kekuatan luar akan dipercepat."

Baca Juga: Maskapai Vietnam Teken Kesepakatan Pembelian 90 Pesawat Boeing Senilai US$ 30 Miliar

seorang juru bicara Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan, Militer Korea Selatan mengamati dengan cermat aktivitas Korea Utara untuk mengembangkan senjata.

Kongres Kesembilan mungkin akan dimulai paling cepat hari Kamis atau Jumat minggu ini, menurut Hong Min, seorang analis di Institut Unifikasi Nasional Korea di Seoul.

Zona Larangan Terbang

Dalam laporan KCNA terpisah pada hari Kamis, Kim Yo Jong dari Korea Utara, saudara perempuan pemimpin Kim Jong Un, mengatakan bahwa ia sangat menghargai pernyataan resmi Korea Selatan yang menyesalkan pengiriman drone ke Korea Utara.

Kim mengatakan bahwa akan menguntungkan Korea Selatan untuk mencegah terulangnya pelanggaran berat terhadap kedaulatan Korea Utara tersebut, dan bahwa militer Korea Utara akan mengambil langkah-langkah untuk memperkuat kewaspadaan di perbatasan.

"Perbatasan dengan musuh harus kokoh," kata Kim, menurut KCNA.

Baca Juga: Won Korea Selatan Pimpin Pelemahan Mata Uang Asia pada Kamis (19/2) Pagi

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka sedang meninjau pemulihan sebagian dan sepihak dari perjanjian militer tahun 2018 dengan Korea Utara dengan menangguhkan beberapa aktivitas militer di sepanjang perbatasan, termasuk pemberlakuan zona larangan terbang sendiri, melalui konsultasi dengan Amerika Serikat.

Pernyataan Kim Yo Jong mengirimkan pesan yang "dengan jelas menunjukkan bahwa tidak ada tempat untuk perjanjian berdasarkan hubungan khusus seperti pemulihan perjanjian militer yang diusulkan oleh pemerintah Korea Selatan, hanya sistem manajemen perbatasan yang keras," kata Hong, analis tersebut, dalam sebuah laporan.

Selanjutnya: Perpanjangan Izin Tambang Freeport Diteken, Prabowo Ingin Jaga Hubungan dengan AS

Menarik Dibaca: Jadwal Imsakiyah Sabang yang Lengkap Selama Ramadhan 2026, Jangan Terlambat Sahur




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×