CLOSE [X]
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Kisah sampah plastik di Filipina yang kian mengkhawatirkan


Selasa, 03 September 2019 / 18:05 WIB

Kisah sampah plastik di Filipina yang kian mengkhawatirkan
ILUSTRASI. PROSES DAUR ULANG SAMPAH PLASTIK


KONTAN.CO.ID - MANILA. Hampir setiap hari Willer Gualva datang ke Freedom Island, Metro Manila Filipina. Berbekal sarung tangan, sepatu bot karet dan penggaruk, pria 68 tahun ini mengangkat sampah dari pinggiran pantai pulau tersebut.

Tidak ada yang tinggal di pulau itu, namun setiap pagi pantainya tertutup sampah, sebagian besar berupa shampoo sachet, pasta gigi, deterjen sachet dan kopi sachet yang dibawa ke laut. 

“Kami mengumpulkan sebagian besar plastik di sini dan jenis nomor satu adalah sachet,” kata Gualva, satu dari 17 orang yang dipekerjakan oleh Department of Environment and Natural Resources (DENR) Filipina untuk menyisir dan membersihkan sampah di pulau tersebut.

Lima hari pembersihan pantai di pulau Teluk Manila bulan lalu menghasilkan total 16.000 kilogram sampah. Data DENR menunjukkan, sebagian besar plastik, termasuk sachet yang terbuat dari aluminium dan campuran plastik.

Kemasan plastik atau sachet memang menjadi momok bagi negara manapun terutama bagi negara berkembang. Karena dengan kemasan plastik ini orang miskin di negara berkembang terutama Asia bisa memenuhi kebutuhannya. Beruntungnya, bagi perusahaan multinasional itu adalah cara untuk meningkatkan penjualan dengan menargetkan pelanggan yang tidak mampu membeli dalam jumlah yang lebih besar.

Baca Juga: Manny Pacquiao, selebritas dunia pertama yang merilis cryptocurrency

Seperti diberitakan Reuters, hasil studi kelompok lingkungan Aliansi Global untuk Insinerator Alternatif (GAIA) menyebutkan konsumsi sachet di Filipina mencapai 163 juta keping per hari. Artinya Itu hampir 60 miliar sachet setahun atau cukup untuk menutupi 130.000 lapangan sepak bola.

Sekitar 14 juta orang tinggal di Metro Manila, salah satu kota besar di Asia. Secara keseluruhan, Filipina memiliki populasi 107 juta orang, dan seperlima dari mereka hidup di bawah garis kemiskinan nasional, yang digambarkan oleh badan statistik sebagai konsumsi bulanan kurang dari $ 241 per orang.


Reporter: Lamgiat Siringoringo
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0013 || diagnostic_api_kanan = 0.0033 || diagnostic_web = 0.1830

Close [X]
×