Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan akan menghentikan sementara serangan terhadap fasilitas energi Iran selama 10 hari.
Keputusan ini diambil, menurut Trump, atas permintaan pemerintah Iran, di tengah berlangsungnya pembicaraan antara kedua pihak yang ia klaim berjalan sangat baik.
Dalam pernyataannya di media sosial Truth Social pada Kamis (26/3/2026), Trump mengatakan penghentian serangan itu berlaku hingga 6 April 2026 pukul 20.00 waktu setempat.
Baca Juga: Terkuak, Ini Dia Penyebab Trump Batal Serang Infrastruktur Energi Iran
"Pembicaraan masih berlangsung dan berjalan sangat baik, meski ada pernyataan keliru dari sejumlah pihak," ujarnya.
Dalam wawancara dengan program “The Five” di Fox News, Trump menambahkan bahwa ia sebenarnya memberikan tenggat 10 hari, meski pihak Iran hanya meminta tujuh hari.
Ia juga menyebut, dalam pandangannya, Amerika Serikat telah memenangkan konflik tersebut. “Dalam arti tertentu, kita sudah menang,” kata Trump.
Meski demikian, Trump menegaskan Iran tetap harus mencapai kesepakatan atau menghadapi serangan lanjutan.
Konflik ini bermula pada 28 Februari lalu, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke Iran.
Baca Juga: Trump Tunda Serangan Aset Energi Iran, Harga Emas Mulai Bertenaga
Teheran kemudian membalas dengan menyerang Israel serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.
Serangan gabungan AS-Israel di Iran serta serangan Israel di Lebanon dilaporkan telah menewaskan ribuan orang. Konflik ini juga mendorong kenaikan harga minyak dan mengguncang pasar global.













