kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.805
  • SUN93,03 -0,06%
  • EMAS608.023 -0,17%

Koalisi pertahanan Eropa meluncur agar Uni Eropa tak lagi tergantung pada NATO

Rabu, 07 November 2018 / 23:34 WIB

Koalisi pertahanan Eropa meluncur agar Uni Eropa tak lagi tergantung pada NATO
ILUSTRASI. Bendera Uni Eropa



KONTAN.CO.ID - PARIS. Koalisi militer Eropa siap beraksi menghadapi krisis di sekitar perbatasan Benua Biru. Koalisi yang diluncurkan Rabu (7/11) ini berisi 10 anggota dengan Finlandia sebagai anggota terbaru.

Inisiatif yang diusulkan Prancis ini tidak akan bertentangan dengan aliansi NATO yang berdiri hampir 70 tahun. Tapi, para pendukung koalisi ini mengatakan pembentukan koalisi ini mencerminkan kekhawatiran akan isolasi Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintah Presiden Donald Trump.


European Intervention Initiative ini terbentuk secara resmi di Paris setelah negosiasi berbulan-bulan dengan Jerman. Prancis ingin Jerman menjadi pusat kekuatan koalisi ini.

Presiden Prancis Emmanual Macron mengusulkan gagasan ini lebih dari setahun lalu. Tapi, negara-negara Uni Eropa menyambut dingin usulan ini. Usulan ini muncul bersama dengan peluncuran pakta pertahanan Uni Eropa untuk mendukung investasi militer bersama.

Jerman, Belgia, Inggris, Denmark, Estonia, Belanda, Spanyol, dan Portugal telah memberikan lampu hijau atas langkah Prancis ini. Koalisi ini akan melibatkan perencanaan, analisis militer baru dan krisis kemanusiaan, serta respons militer atas krisis tersebut.

"Pada kondisi adanya ancaman dan pergolakan geopolitik, inisiatif ini harus mengirimkan pesan bahwa Eropa telah siap dan mampu," ungkap kementerian pertahanan Prancis seperti dikutip Reuters.

Mendekati batas waktu hengkangnya Inggris dari Uni Eropa membuka kembali rencana pembentukan koalisi militer ini. Inggris telah lama menentang kolaborasi militer di luar NATO. Koalisi ini juga muncul karena kekhawatiran bahwa Trump akan enggan mendukung pertahanan Eropa dalam menghadapi Rusia.

"Inisiatif ini tidak bertentangan atau menghindari upaya pertahanan Uni Eropa atau NATO. Ini akan memperkuat interoperabilitas antara negara-negara partisipan," imbuh si pejabat pertahanan.

Macron menyerukan kepada negara-negara Eropa untuk mengurangi ketergantungan pada AS. Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker juga menjadi pendukung utama adanya kemampuan pertahanan Eropa yang terpisah dari NATO.

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati
Editor: Wahyu Rahmawati

Video Pilihan

Tag
TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 0.0921 || diagnostic_web = 0.7464

Close [X]
×