kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Korea jaga suku bunga acuan di level terendah


Kamis, 15 Desember 2016 / 10:41 WIB
Korea jaga suku bunga acuan di level terendah


Sumber: Antara | Editor: Adi Wikanto

SEOUL. Bank sentral Korea Selatan, Bank of Korea (BoK) mempertahankan suku bunga acuan tak berubah pada rekor terendah, seven-day repurchase rate 1,25%, Kamis (15/12).

Gubernur BoK Lee Ju-yeol dan enam anggota dewan kebijakan lainnya beralasan ingin melihat dampak dari kenaikan suku bunga pertama Federal Reserve AS.

Keputusan ini sejalan dengan ekspektasi pasar, karena para pakar memperkirakan suku bunga akan dipertahankan tidak berubah di tengah sinyal bervariasi yang dihadapi perekonomian nomor empat Asia itu. BoK menahan diri dari mengubah biaya pinjaman selama enam bulan berturut-turut.

Menurut survei Asosiasi Investasi Keuangan Korea (KFIA) dari 200 ahli pendapatan tetap (fixed-income) yang dirilis sebelum pertemuan pengaturan suku bunga, 98% memperkirakan suku bunga akan tetap bulan ini.

BoK mempertahankan suku bunga acuannya beberapa jam setelah Fed menaikkan suku bunga sebesar seperempat persentase poin ke kisaran 0,5%  hingga 0,75%, kenaikan pertama sejak Desember lalu.

Kenaikan suku bunga The Fed hanya dua kali sejak krisis keuangan global 2008 menyebabkan suku bunga acuannya mendekati nol, tetapi bank sentral AS mengindikasikan tiga kenaikan suku bunga pada 2017, naik dari dua kenaikan suku bunga dalam perkirakan tiga bulan sebelumnya.

Tekanan berat diperkirakan diletakkan pada BoK untuk mengakhiri kebijakan suku bunga rendah yang berkepanjangan, karena kekhawatiran bahwa kesenjangan antara suku bunga Korea Selatan dan Amerika Serikat dapat menyebabkan eksodus modal asing.

Perekonomian Korea Selatan jatuh ke dalam krisis valuta asing yang menghancurkan pada akhir 1997, ketika dana-dana asing mengalir deras keluar dari negara itu.

BoK telah menurunkan patokan biaya pinjaman dari 2,50% pada Juli 2014 menjadi saat ini 1,25% pada Juni tahun ini, meningkatkan kekhawatiran tentang pembentukan gelembung (bubble) di pasar real estat.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×