kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Korea Utara Diduga Telah Mengirim 10.000 Truk Berisi Keperluan Militer ke Rusia


Senin, 26 Februari 2024 / 13:25 WIB
Korea Utara Diduga Telah Mengirim 10.000 Truk Berisi Keperluan Militer ke Rusia
ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Pusat Pengoperasian Infrastruktur Luar Angkasa Berbasis Darat Rusia. (Mikhail Metzel/Kantor Pers dan Informasi Kepresidenan Rusia/TASS)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Departemen Luar Negeri AS menduga Korea Utara telah mengirim lebih dari 10.000 truk kontainer berisi keperluan militer ke Rusia sejak September 2023.

Dalam laporannya hari Jumat (23/2), departemen tersebut mengatakan bahwa truk yang dikirim umumnya berisi amunisi atau bahan terkait amunisi. Hal ini menjadi masuk akal karena saat ini Rusia sedang berusaha berupaya mengisi kembali persediaan senjatanya untuk digunakan di Ukraina.

"Sejak September 2023, DPRK (Korea Utara) telah mengirimkan lebih dari 10.000 kontainer amunisi atau material terkait amunisi ke Rusia," ungkap departermen tersebut, dikutip Yonhap.

Baca Juga: Ukraina: Kami Butuh Rudal Jarak Jauh untuk Lawan Rusia

Laporan terbaru ini seolah membenarkan laporan Gedung Putih pada Oktober 2023, yang mengatakan bahwa Korea Utara mengirimkan lebih dari 1.000 kontainer peralatan militer dan amunisi ke Rusia.

Gedung Putih juga mengatakan, Korea Utara juga memberi Rusia beberapa lusin rudal balistik, beberapa di antaranya ditembakkan ke Ukraina pada 30 Desember, 2 Januari, dan 6 Januari.

Departemen Luar Negeri AS bahkan telah menjatuhkan sanksi terhadap dua entitas baru yang terlibat dalam pengiriman amunisi dari Korea Utara ke Rusia.

Baca Juga: IMF Siap Cairkan Dana Senilai US$880 Juta untuk Ukraina

Keduanya merupakan perusahaan Rusia yang mengelola terminal di Pelabuhan Vostochny di Timur Jauh Rusia dan fasilitas angkatan laut dekat Vladivostok.

Departemen Luar Negeri, bersama dengan Departemen Keuangan, mengumumkan sanksi terhadap lebih dari 500 individu dan entitas yang terkait dengan dukungan perang terhadap Rusia.

Para pengamat khawatir transaksi tersebut dapat memperpanjang durasi perang di Ukraina. Para pengamat di Korea Selatan juga menilai bahwa Korea Utara telah menerima imbalan yang sebanding dengan bantuan militer tersebut.




TERBARU

[X]
×