kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45749,52   23,69   3.26%
  • EMAS920.000 0,66%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Korea Utara klaim bebas kasus virus corona, pakar: Itu kebohongan besar!


Kamis, 02 April 2020 / 14:46 WIB
Korea Utara klaim bebas kasus virus corona, pakar: Itu kebohongan besar!
ILUSTRASI. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. (KCNA via REUTERS)

Sumber: AFP,New York Times | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - PYONGYANG. Seorang pejabat kesehatan senior di Pyongyang bersikeras, Korea Utara benar-benar bebas dari virus corona. Klaim ini tetap diutarakan meskipun di luar negeri, kasus infeksi global hampir mencapai satu juta.

Melansir AFP, Korut yang sudah terisolasi dan memiliki senjata nuklir, dengan cepat menutup perbatasannya pada Januari setelah virus pertama kali terdeteksi di negara tetangganya China. Selain itu, Korut juga memberlakukan tindakan pengamanan yang ketat.

Pak Myong Su, direktur departemen anti-epidemi Markas Besar Darurat Anti-epidemi Darurat Korut, menegaskan upaya tersebut telah sepenuhnya berhasil.

Baca Juga: Alasan Korut luncurkan rudal dinilai untuk cari perhatian AS dan Korsel

"Sejauh ini tidak ada satu orang pun yang terinfeksi virus corona di negara kami," kata Pak kepada AFP.

Dia juga bilang, "Kami telah melakukan tindakan preemptive dan ilmiah seperti inspeksi dan karantina untuk semua personel yang memasuki negara kami dan sepenuhnya mendisinfeksi semua barang, serta menutup perbatasan dan memblokir jalur laut dan udara."

Seperti yang diketahui, hampir setiap negara di dunia telah melaporkan kasus virus corona. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan, hampir satu juta kasus infeksi yang dikonfirmasi secara global per Rabu (1/4/2020).

Baca Juga: Mencekam, hampir 200 tentara Korea utara tewas akibat serangan virus corona

Selain dari China, Korea Selatan juga merupakan salah satu negara dengan kasus epidemi awal terburuk dibanding negara lain.

Para ahli mengatakan, Korut sangat rentan terhadap virus karena sistem medisnya yang lemah, dan para pembelot menuduh Pyongyang menutupi wabah tersebut.

Komandan militer AS di Korea Selatan, Jenderal Robert Abrams, mengatakan bulan lalu, bahwa dia cukup yakin Korea Utara telah mengkonfirmasi kasus-kasus virus itu.



TERBARU

[X]
×