kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Tetangganya berjibaku dengan wabah corona, Korea Utara malah tembakkan dua proyektil


Senin, 02 Maret 2020 / 15:53 WIB
Tetangganya berjibaku dengan wabah corona, Korea Utara malah tembakkan dua proyektil
ILUSTRASI. Korea Utara menguji coba senjata baru 11 Agustus 2019. Senin dinihari (2/3/2020) Korea Utara dilaporkan telah menembakkan dua proyektil jarak dekat yang tak dikenal jenisnya.

Sumber: CNN | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Di saat negara-negara tetangganya tengah berjibaku menahan wabah virus corona, Korea Utara masih sempat-sempatnya menguji coba senjata. Korea Utara dilaporkan telah menembakkan dua proyektil jarak dekat yang tak dikenal jenisnya dari daerah dekat kota pesisir Wonsan ke perairan antara Semenanjung Korea dan Jepang

"Proyektil itu ditembakkan pada pukul 12:37 malam waktu Korea dan diperkirakan memiliki jarak terbang 240 kilometer (149 mil) dan ketinggian 35 kilometer (22 mil)," kata Kepala Staf Gabungan Korea Selatan dalam sebuah pernyataan seperti dikutip CNN, Senin (2/3).

Baca Juga: Kim Jong Un: Virus corona masuk, ada konsekuensi serius bagi pejabat Korea Utara

Proyektil tersebut kemungkinan merupakan bagian dari latihan militer gabungan Korea Utara. Latihan dimulai pada Jumat (28/2), untuk memperingi satu tahun KTT Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Hanoi dengan Presiden AS Donald Trump yang berakhir tanpa kesepakatan.

Media pemerintah Korea Utara melaporkan, Kim memimpin latihan itu, yang dimaksudkan untuk menilai mobilitas dan kemampuan serangan kekuatan tembakan dari unit-unit pertahanan.

Kementerian Pertahanan Jepang belum dapat mengkonfirmasi apakah proyektil mendarat di dalam wilayahnya atau zona ekonomi eksklusif, dan menyebut tidak ada kerusakan yang dilaporkan ke pesawat atau kapal di daerah tersebut.

"Peluncuran rudal balistik berulang-ulang oleh Korea Utara baru-baru ini merupakan masalah serius bagi masyarakat internasional, termasuk Jepang," tulis Kementerian Pertahanan Jepang dalam sebuah pernyataan.

Direktur Keamanan Nasional Korea Selatan Chung Eui-yong dan menteri lainnya mengadakan pertemuan mendesak untuk membahas peluncuran senjata proyektil Korea Utara tersebut pada Senin sore ini.

"Militer Korea Selatan memantau gerakan terkait untuk kemungkinan peluncuran tambahan dan menjaga kesiapannya" kata pernyataan Kepala Staf Gabungan Korea Selatan.

Jika ini adalah uji coba rudal, itu akan menjadi yang pertama dilakukan Korea Utara di tahun 2020. Tahun lalu, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan negaranya akan terus "terus mengembangkan" senjata nuklir dan rudal balistik kecuali jika Washington mengubah arah dan mengabaikan kebijakan bermusuhan atas Korea Utara.

Baca Juga: Wow, Kim Jong Un habiskan Rp 6,8 miliar demi kuda jantan putih asal Rusia



TERBARU

[X]
×