Sumber: Reuters | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Rusia tidak berupaya melemahkan kepentingan bisnis AS di Caspian Pipeline Consortium (CPC), kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada hari Jumat (27/3).
Ia menanggapi pertanyaan tentang komentar beberapa pakar Rusia, termasuk di televisi pemerintah, bahwa Rusia harus melarang pasokan minyak melalui CPC dari Kazakhstan sebagai tanggapan terhadap sanksi Washington terhadap Rusia.
Baca Juga: Setelah Pusat Keuangan, Singapura Kini Ingin Jadi Pusat Perdagangan Emas Asia
CPC, di mana perusahaan minyak besar AS Chevron dan ExxonMobil adalah pemegang saham besar, mengekspor minyaknya dari terminal Rusia di Laut Hitam.
"Selain mitra Amerika, ada juga mitra Kazakhstan yang terlibat, dan Rusia tetap menjadi penjamin keamanan energi global yang dapat diandalkan, terlepas dari segalanya," kata Peskov dalam konferensi pers harian melalui telepon dengan para wartawan.
CPC, yang terminalnya terletak di dekat pelabuhan Novorossiysk di Laut Hitam Rusia, menjadi sasaran drone Ukraina dan terpaksa mengurangi operasinya karena serangan tersebut.
Peskov menuduh Ukraina melakukan pemerasan energi terkait serangan tersebut, yang menurutnya menyebabkan perusahaan Rusia, AS, dan Kazakhstan menderita kerugian.
Baca Juga: Gejolak Pasar Minyak, Kilang Asia Tinggalkan Dubai, Pilih Brent untuk Minyak AS













