kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Kritik kebijakan AS yang memicu permusuhan, Korea Utara meluncurkan tembakan ke laut


Selasa, 28 September 2021 / 10:56 WIB
ILUSTRASI. Bendera nasional Korea Utara dan Amerika Serikat.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Korea Utara melepaskan tembakan misterius ke arah laut di lepas pantai timurnya pada hari Selasa (28/9). Tembakan ini dilepaskan di tengah kritik keras Korea Utara terhadap kebijakan Amerika Serikat (AS) yang disebut selalu menimbulkan permusuhan.

Dilansir dari Reuters, saat ini militer Korea Selatan masih belum memberikan rincian mengenai jenis proyektil yang ditembakkan. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Jepang menduga bahwa yang diluncurkan adalah rudal balistik.

Peluncuran tembakan misterius ini diduga terkait dengan kritik keras duta besar Korea Utara untuk PBB terhadap AS. Utusan Korea Utara mendesak AS untuk menghentikan kebijakan permusuhannya terhadap Pyongyang.

Pihak Korea Utara juga menegaskan bahwa tidak ada yang bisa menyangkal hak negaranya untuk membela diri dan menguji senjata.

Saat berbicara di Majelis Umum PBB, utusan Korea Utara Kim Song, mengatakan bahwa negaranya hanya berupaya untuk mengembangkan kemampuan pertahanan dirinya tanpa ada maksud lain.

Baca Juga: Demi mencegah ancaman China, Taiwan butuh pasokan senjata jarak jauh

Kim menegaskan bahwa pihaknya siap menanggapi, dengan sukarela dan kapan saja, setiap ajakan pembicaraan jika AS membatalkan kebijakan permusuhannya.

"Tapi kami menilai bahwa tidak ada prospek untuk saat ini bagi AS untuk benar-benar menarik kebijakan permusuhannya," ungkap Kim, seperti dikutip Reuters.

Korea Utara juga menuduh Seoul dan Washington bersikap 'standar ganda', di mana kedua negara tersebut terus mengkritik uji coba senjata Korea Utara sambil melakukan hal yang sama. 

Pada 15 September lalu, Korea Selatan juga menguji coba rudal balistik. Uji coba oleh Seoul ini sama sekali tidak ditanggapi oleh AS yang memang merupakan sekutunya. Beberapa hari sebelumnya, AS secara keras mengecam uji coba rudal Korea Utara yang diduga mampu membawa hulu ledak nuklir.

Selanjutnya: Korea Utara: Terlalu dini untuk menyatakan Perang Korea telah berakhir




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×