Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Penyedia indeks global MSCI Inc mencatatkan kenaikan laba pada kuartal IV-2025, didorong oleh kuatnya belanja klien yang meningkatkan permintaan terhadap produk indeks dan layanan analitik risiko.
Dalam pernyataannya Rabu (28/1/2026), MSCI menyebut volatilitas pasar yang dipicu oleh tarif Amerika Serikat (AS), dinamika geopolitik, serta ketidakpastian makroekonomi membuat investor semakin mengandalkan produk indeks dan analisis risiko untuk menata ulang portofolio mereka.
Baca Juga: Pendapatan Maruti Suzuki Melejit, Pangkas Pajak Dorong Kinerja
Indeks saham MSCI saat ini digunakan sebagai tolok ukur bagi aset bernilai triliunan dolar AS yang dikelola oleh reksadana, dana pensiun, dan manajer investasi global, baik untuk mengukur kinerja maupun sebagai dasar pengambilan keputusan investasi.
Kinerja MSCI juga menjadi indikator penting bagi permintaan data pasar serta tren investasi berbasis indeks, yang dikenal sebagai strategi investasi terdiversifikasi dan berbiaya rendah, dan kini kian diminati oleh berbagai kelas investor.
Untuk kuartal yang berakhir pada 31 Desember 2025, MSCI membukukan laba disesuaikan sebesar US$4,66 per saham, meningkat dibandingkan US$4,18 per saham pada periode yang sama tahun sebelumnya.
“Pada kuartal keempat, MSCI membukukan hasil yang solid sekaligus mencapai sejumlah tonggak penting, termasuk mencatatkan pertumbuhan laba per saham (EPS) disesuaikan dua digit selama 11 tahun berturut-turut,” ujar Chairman dan CEO MSCI Henry Fernandez.
Baca Juga: Trump Ancam Iran: Deal Nuklir atau Serangan Berikutnya Lebih Parah
Pendapatan berbasis aset (asset-based fees) pada segmen indeks melonjak 20,7% menjadi US$211,7 juta, seiring meningkatnya rata-rata aset kelolaan (AUM) yang terkait dengan indeks MSCI.
Kinerja tersebut mendorong total pendapatan operasional perusahaan naik 10,6% menjadi US$822,5 juta pada kuartal tersebut.
Sementara itu, beban operasional juga meningkat sekitar 6,1%, terutama akibat kenaikan biaya kompensasi karyawan dan investasi di bidang teknologi informasi.













