kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45908,54   -10,97   -1.19%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Lagi-Lagi, Taiwan Laporkan Patroli Kesiapan Tempur China di Dekat Wilayahnya


Kamis, 15 Februari 2024 / 05:12 WIB
Lagi-Lagi, Taiwan Laporkan Patroli Kesiapan Tempur China di Dekat Wilayahnya
ILUSTRASI. Taiwan mengatakan pihaknya mendeteksi 14 pesawat angkatan udara China beroperasi di sekitar Taiwan. REUTERS/Dado Ruvic


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - TAIPEI. Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan pihaknya mendeteksi 14 pesawat angkatan udara China beroperasi di sekitar Taiwan. Selain itu, mereka melakukan patroli kesiapan tempur bersama dengan kapal perang China pada Rabu (14/2/2024).

Mengutip Reuters, China selama empat tahun terakhir secara teratur mengirimkan pesawat tempur dan kapal perang ke angkasa dan perairan di sekitar Taiwan dalam upayanya untuk menegaskan klaim kedaulatan yang ditolak oleh pemerintah Taipei.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan bahwa mulai sekitar jam 1 siang (0500 GMT) pada hari Rabu, pihaknya telah mendeteksi 14 pesawat Tiongkok termasuk pesawat tempur J-16 dan drone yang beroperasi di wilayah utara dan barat daya Taiwan.

"Sembilan dari pesawat tersebut melintasi garis tengah Selat Taiwan, atau wilayah di dekatnya, bekerja sama dengan kapal perang China untuk melakukan patroli kesiapan tempur bersama," tambah kementerian itu.

Belum ada tanggapan segera dari Kementerian Pertahanan China. China sedang menjalani libur Tahun Baru Imlek selama seminggu.

Baca Juga: Taiwan Deteksi 8 Balon China di Selat Taiwan

Menurut Kementerian Pertahanan Taiwan, pihaknya mengirimkan pasukannya sendiri untuk memantau.

Garis tengah selat tersebut pernah menjadi pembatas tidak resmi antara kedua belah pihak, namun pesawat China kini sering terbang di atasnya. China mengatakan mereka tidak mengakui keberadaan garis tersebut.

Taiwan bulan lalu memilih Wakil Presiden Lai Ching-te sebagai presiden berikutnya, seorang pria yang digambarkan China sebagai tokoh separatis berbahaya.

Baca Juga: China: Hubungan Kami dengan AS Terhambat Isu Kemerdekaan Taiwan

Lai, yang akan menjabat pada bulan Mei, telah menawarkan pembicaraan dengan China, namun ditolak. Dia mengatakan hanya rakyat Taiwan yang bisa menentukan masa depan mereka.




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×