kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45992,69   1,09   0.11%
  • EMAS1.132.000 -0,26%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Taiwan Deteksi 8 Balon China di Selat Taiwan


Senin, 12 Februari 2024 / 06:16 WIB
Taiwan Deteksi 8 Balon China di Selat Taiwan
ILUSTRASI. Pada Minggu (11/2/2024), Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan bahwa pihaknya telah mendeteksi delapan balon Tiongkok melintasi Selat Taiwan. REUTERS/Dado Ruvic


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - TAIPEI. Pada Minggu (11/2/2024), Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan bahwa pihaknya telah mendeteksi delapan balon Tiongkok melintasi Selat Taiwan dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Lima di antaranya terbang melintasi Taiwan.

Mengutip Reuters, Taiwan, yang diklaim Tiongkok sebagai wilayahnya meskipun ada penolakan keras dari pemerintah Taipei, telah mengeluh sejak bulan Desember mengenai balon-balon tersebut. 

Taiwan mengatakan bahwa balon-balon tersebut merupakan ancaman terhadap keselamatan penerbangan dan upaya perang psikologis.

Dalam laporan hariannya mengenai aktivitas militer China, Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan pihaknya melihat balon pertama pada Sabtu pagi dan yang terakhir terlihat pada sore hari, setelah melihat jumlah balon yang sama pada hari Jumat.

Lima diantaranya melintasi bagian utara dan tengah Taiwan, menurut peta yang dibagikan oleh kementerian.

Kementerian Pertahanan China tidak menjawab permintaan komentar yang dilayangkan Reuters pada hari Minggu. 

Baik China maupun Taiwan saat ini sedang merayakan liburan Tahun Baru Imlek, festival terpenting di wilayah tersebut.

Baca Juga: Putin dan Xi Kompak Tolak Aksi Campur Tangan AS ke Negara Lain

Bulan lalu, pemerintah China menampik keluhan Taiwan mengenai balon-balon tersebut, dengan mengatakan bahwa balon-balon tersebut ditujukan untuk keperluan meteorologi dan tidak usah dibesar-besarkan karena alasan politik.

Pesawat-pesawat tempur China beroperasi setiap hari di Selat Taiwan dan sering melintasi garis tengah yang sebelumnya menjadi penghalang tidak resmi antara kedua belah pihak. China menyatakan tidak mengakui keberadaan garis tersebut.

Taiwan bulan lalu memilih Wakil Presiden Lai Ching-te sebagai presiden berikutnya, seorang pria yang digambarkan China sebagai separatis berbahaya.

Lai, yang akan menjabat pada bulan Mei, telah menawarkan pembicaraan dengan China, namun ditolak. Dia mengatakan hanya rakyat Taiwan yang bisa menentukan masa depan mereka.

Baca Juga: Ekonomi China Diramal Tidak Akan Mampu Salip Ekonomi AS hingga Tahun 2080

Potensi China menggunakan balon untuk memata-matai negara lain menjadi isu global pada Februari lalu ketika Amerika Serikat menembak jatuh balon pengintai China. China mengatakan balon itu adalah pesawat sipil yang tidak sengaja tersesat.




TERBARU

[X]
×