kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Li Qiang, Loyalis Xi Jinping, Dilantik Jadi Perdana Menteri China


Sabtu, 11 Maret 2023 / 11:28 WIB
ILUSTRASI. Li Qiang, kiri, adalah sekutu lama Presiden China Xi Jinping.


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Li Qiang resmi dilantik sebagai Perdana Menteri China, Sabtu (11/3). Li Qiang menggantikan Li Keqiang.

Sebelumnya, Presiden China Xi Jinping mencalonkan Li Qiang, 63 tahun, untuk menjadi perdana menteri dalam pertemuan tahunan parlemen China.

Li, mantan ketua Partai Komunis Shanghai, kota terbesar di China, akan menggantikan Li Keqiang, yang pensiun selama sesi Kongres Rakyat Nasional, setelah menjalani dua masa jabatan lima tahun.

Seperti dikutip Reuters, Li Qiang adalah sekutu dekat Xi Jinping, menjabat sebagai kepala stafnya antara 2004 dan 2007, ketika Xi menjadi sekretaris partai provinsi di provinsi Zhejiang, China timur.

Baca Juga: China Minta Klarifikasi AS Soal Rencana Kunjungan Presiden Taiwan

Li ditempatkan di jalur untuk perdana menteri pada bulan Oktober 2022, ketika dia diangkat ke peran nomor dua di Komite Tetap Politbiro selama Kongres Partai Komunis sekali dalam lima tahun.

Xi memasang deretan loyalis di posisi kunci di tengah perombakan pemerintah terbesar dalam satu dekade. Sebab generasi pejabat yang lebih berpikiran reformasi pensiun dan Xi semakin mengonsolidasikan kekuasaan setelah terpilih sebagai presiden untuk masa jabatan ketiga yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca Juga: Berkuasa Lagi, Xi Jinping Jadi Presiden China untuk Periode Ketiga




TERBARU

[X]
×