kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Lima Pelajaran Kepemimpinan dari Warren Buffett di Ujung Kariernya


Kamis, 13 November 2025 / 10:36 WIB
Lima Pelajaran Kepemimpinan dari Warren Buffett di Ujung Kariernya
Warren Buffett menutup masa jabatannya sebagai CEO Berkshire Hathaway dengan surat Thanksgiving terakhir yang penuh refleksi dan nasihat.


Sumber: Businessinsider | Editor: Noverius Laoli

3. Pilih Pemimpin yang Tepat

Kerendahan hati juga menjadi prinsip yang ia tekankan untuk penerus Berkshire. Buffett berharap, dalam seratus tahun ke depan, perusahaan hanya membutuhkan lima atau enam CEO yang benar-benar berkualitas.

Ia memperingatkan agar Berkshire tidak memilih pemimpin dengan motivasi keliru. “Hindari mereka yang hanya ingin pensiun di usia 65, mengejar kekayaan pribadi, atau membangun dinasti,” ujarnya.

4. Pikirkan Apa yang Ingin Tertulis di Obituarimu

Menurut Buffett, tak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. Ia menyarankan agar setiap orang memikirkan seperti apa obituari yang ingin mereka miliki, lalu menjalani hidup yang layak untuk mendapatkannya.

Baca Juga: 10 Warisan Prinsip Hidup dari Warren Buffett untuk Usia 40 Tahunan

Surat tahunan Buffett kepada pemegang saham memang selalu dinanti, mengingat statusnya sebagai salah satu investor paling berpengaruh di dunia.

Ia berjanji akan tetap menulis surat tahunan, meski bukan lagi sebagai CEO. “Seperti kata orang Inggris, saya akan ‘going quiet’. Kira-kira begitu,” tulisnya.

5. Jangan “Memerintah dari Dalam Kubur”

Buffett memuji penerusnya, Greg Abel, yang akan menggantikan posisinya di akhir tahun. “Ia manajer hebat, pekerja tak kenal lelah, dan komunikator yang jujur,” tulisnya.

Buffett juga percaya pada kemampuan ketiga anaknya untuk mengelola kekayaan keluarga dan meneruskan kegiatan filantropi mereka. Ia menegaskan tidak akan mengatur segalanya setelah wafat. “Memerintah dari dalam kubur jarang berhasil, dan saya tak pernah ingin melakukannya,” tulisnya.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×