kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Makin nekat, aktivis pro-demokrasi serang Menteri Kehakiman Hong Kong


Jumat, 15 November 2019 / 15:40 WIB
Makin nekat, aktivis pro-demokrasi serang Menteri Kehakiman Hong Kong
ILUSTRASI. Orang-orang berlari saat polisi menembakkan gas air mata di kawasan Central, Hong Kong, 11 November 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam juga mengutuk keras serangan itu. "Menteri Kehakiman menolak semua bentuk kekerasan dan radikalisme yang merampas hak orang lain dengan dalih mengejar cita-cita politik mereka, yang tidak akan pernah menjadi kepentingan Hong Kong dan masyarakat beradab mana pun," tegasnya seperti dikutip Reuters.

Insiden tersebut terjadi di tengah kekerasan yang meningkat di Hong Kong, di mana seorang mahasiswa pemrotes meninggal awal bulan ini setelah jatuh dari tempat parkir selama demonstrasi.

Baca Juga: Semakin mencekam, Hong Kong bersiap menghadapi aksi kekerasan yang lebih luas lagi

Kemudian, seorang petugas kebersihan jalanan berusia 70 tahun yang kepalanya terkena batu bata yang dilemparkan oleh "perusuh bertopeng", meninggal pada Kamis (14/11).

Departemen Kebersihan Makanan dan Lingkungan mengungkapkan kesedihan yang mendalam pada Jumat (15/11) atas kematian pekerja mereka, dan mengatakan, pihaknya memberikan bantuan kepada keluarga korban.

Para pengunjuk rasa anti-pemerintah melumpuhkan sebagian Hong Kong di hari kelima aksi pada pekan ini, dengan memblokir beberapa jalan raya. Sedang mahasiswa membangun barikade di kampus-kampus.

Baca Juga: Amerika Serikat mengutuk aksi kekerasan di Hong Kong

Para pendemo menggunakan penghalang dan puing-puing lainnya untuk memblokir Cross-Harbour Tunnel yang menghubungkan Hong Kong ke Distrik Kowloon, yang menyebabkan kemacetan lalu lintas yang parah.


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×