kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.050   50,00   0,28%
  • IDX 5.653   -287,83   -4,84%
  • KOMPAS100 742   -43,11   -5,49%
  • LQ45 562   -27,41   -4,65%
  • ISSI 195   -10,67   -5,18%
  • IDX30 319   -14,72   -4,41%
  • IDXHIDIV20 397   -15,27   -3,71%
  • IDX80 84   -4,60   -5,18%
  • IDXV30 109   -4,78   -4,22%
  • IDXQ30 103   -4,44   -4,12%

Malaysia: 89 kali kapal AL Tiongkok langgar perairan kami di Laut China Selatan


Selasa, 14 Juli 2020 / 21:21 WIB
ILUSTRASI. Para pekerja memasang bendera Malaysia menjelang perayaan peringatan 62 tahun kemerdekaan negara itu pada 31 Agustus di Kuala Lumpur, Malaysia, 31 Juli 2019. REUTERS/Lim Huey Teng


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Malaysia menyatakan, kapal-kapal Penjaga Pantai dan Angkatan Laut (AL) Tiongkok menyusup ke perairan Malaysia di Laut China Selatan yang disengketakan sebanyak 89 kali sepanjang 2016 hingga 2019.

Departemen Audit Nasional Malaysia dalam laporan yang rilis Selasa (14/7) mengungkapkan, kapal Penjaga Pantai dan AL China sering "menetap" di daerah itu bahkan setelah kapal AL Malaysia mengusirnya.

Laporan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China terkait klaim Beijing atas sebagian besar Laut China Selatan yang kaya sumber daya dan merupakan jalur perdagangan utama.

Baca Juga: Memanas, Jepang sebut China terus berupaya ubah status quo di Laut China Selatan

Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Malaysia, dan Taiwan memiliki klaim sendiri yang tumpang tindih di Laut China Selatan sebagian dengan China dan, dalam beberapa kasus, satu sama lain.

Mengutip Reuters, Departemen Audit Nasional mengatakan, Malaysia telah mengirim enam protes diplomatik ke China atas pelanggaran kapal-kapal mereka di perairan negeri jiran. 

Salah satu protes diplomatik pada 2017 lalu sebagai tanggapan terhadap klaim China atas Shoals Luconia Selatan, wilayah penangkapan ikan yang berada di Negara Bagian Sarawak, Malaysia.

Baca Juga: Tolak klaim AS, China: Berhentilah membuat perpecahan di Laut China Selatan




TERBARU

[X]
×