kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Mantan broker yang jadi pengusaha gim online (1)


Kamis, 16 November 2017 / 09:25 WIB
Mantan broker yang jadi pengusaha gim online (1)


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Tri Adi


Dengan membeli distribusi gim tersebut, pendapatan Shanda meningkat dan bisa digunakan untuk mengembangkan gim buatan sendiri. World of Legend merupakan salah satu gim pertama yang diciptakan Chen di bawah bendera Shanda Interactive dan langsung mendapat respon positif dari penggila gim.

Pada tahun 2002-2003 gim online sangat digandrungi oleh remaja di China. Hal ini menjadi pemicu laba perusahaan Chen yang semakin kinclong, dan mencatatkan pertumbuhan hingga dua digit.

Untuk meningkatkan kinerja dan menambah modal, pada 2004, Chen memutuskan menjual saham Shanda Interactive ke publik alias melakukan initial public offering (IPO) di bursa saham Nasdaq, Amerika Serikat (AS).

Pada saat itu, Shanda tercatat mendapatkan dana segar dari bursa AS sebanyak US$ 152 juta. Merasa bisnis gim semakin menguntungkan, Chen pada tahun 2009 memutuskan memisahkan alias spin off bisnis gimnya, yaitu Shanda Game, dari perusahaan induk.

Spin off tersebut dielaborasi dengan aksi pencatatan saham Shanda Game di bursa Nasdaq pada tahun 2009. Saat itu Chan kembali mendapat dana segar, untuk mengembangkan gim senilai US$ 1 miliar.

IPO bisnis gim Shanda merupakan yang terbesar di bursa AS pada waktu itu. Mengutip pemberitaan Straits Times, salah satu keunggulan kerajaan bisnis Chen adalah mempunyai backup (dukungan) pendanaan dan model pendapatan yang bagus.

Kunci utama keberhasilan Chen mengembangkan Shanda yakni diversifikasi. Selain gim, tercatat ada beberapa bisnis seperti usaha hiburan yang mengintegrasikan gim, musik dan film.

Pada tahun 2010, Chen juga mencoba merambah bisnis lain seperti pembiayaan internet, pembayaran mobile, private equity dan investasi properti di AS dan China.                                        

(Bersambung)




TERBARU

[X]
×