kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.817   41,00   0,24%
  • IDX 8.191   -41,49   -0,50%
  • KOMPAS100 1.137   -2,02   -0,18%
  • LQ45 813   0,25   0,03%
  • ISSI 294   -2,00   -0,68%
  • IDX30 422   0,78   0,19%
  • IDXHIDIV20 500   -0,53   -0,11%
  • IDX80 126   -0,17   -0,14%
  • IDXV30 136   -0,24   -0,18%
  • IDXQ30 136   0,47   0,34%

Mata Uang Asia Bergerak Terbatas Senin (15/12) Pagi, Dolar Taiwan Paling Loyo


Senin, 15 Desember 2025 / 09:35 WIB
Mata Uang Asia Bergerak Terbatas Senin (15/12) Pagi, Dolar Taiwan Paling Loyo
ILUSTRASI. Dolar Taiwan (DOK/Thomas White)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pergerakan mata uang Asia cenderung terbatas pada perdagangan Senin (15/12/2025), dengan dolar Taiwan tercatat sebagai mata uang yang melemah paling dalam terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Data Reuters menunjukkan, dolar Taiwan melemah 0,31% ke level 31,300 per dolar AS pada pukul 02.04 GMT.

Pelemahan ini menjadi yang terbesar di kawasan Asia, di tengah pergerakan mata uang lain yang relatif datar.

Baca Juga: Produksi Industri China November Tumbuh 4,8%, Penjualan Ritel Melambat

Yen Jepang menguat tipis 0,12% ke level 155,62 per dolar AS, sementara dolar Singapura menguat 0,03% ke 1,291. Won Korea Selatan juga menguat tipis 0,03% ke posisi 1.476,6 per dolar AS.

Di Asia Tenggara, baht Thailand bergerak stagnan di level 31,525 per dolar AS. Peso Filipina melemah 0,06% ke 59,103, sementara rupiah Indonesia melemah 0,09% ke level 16.650 per dolar AS.

Ringgit Malaysia justru menguat 0,20% ke posisi 4,085 per dolar AS.

Sementara itu, yuan China relatif stabil di level 7,054 per dolar AS, sedangkan rupee India tidak menunjukkan perubahan berarti di posisi 90,415.

Baca Juga: Investasi Properti China Anjlok 15,9% hingga November 2925

Kinerja Sepanjang 2025

Secara year-to-date (YTD) sepanjang 2025, mayoritas mata uang Asia masih mencatatkan kinerja beragam terhadap dolar AS.

Baht Thailand menjadi salah satu yang mencatat penguatan terbesar, naik 8,8% dibandingkan posisi akhir 2024. Ringgit Malaysia juga menguat signifikan sebesar 9,38%.

Dolar Singapura menguat 5,75%, sementara yuan China naik 3,48%. Yen Jepang tercatat menguat 1,0% sepanjang tahun ini.

Sebaliknya, rupiah Indonesia tercatat melemah 3,36% dibandingkan akhir 2024.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Senin (15/12) Pagi: Brent ke US$61,37 & WTI ke US$57,67

Rupee India turun 5,31%, sementara peso Filipina melemah 1,74%. Won Korea Selatan relatif stabil dengan pelemahan tipis 0,29% secara tahunan.

Pergerakan mata uang Asia yang cenderung terbatas mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rangkaian keputusan bank sentral utama dunia serta rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat dalam pekan ini.

Selanjutnya: Momen Nataru Jadi Katalis Positif Bagi Emiten Unggas, Cek Rekomendasi Sahamnya

Menarik Dibaca: IHSG Bergerak di Dua Zona, Ini Saham-saham yang Jadi Top Gainers




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×