Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Mayoritas mata uang Asia bergerak datar terhadap dolar AS pada Selasa (31/3/2026), dengan won Korea Selatan mencatat pelemahan terdalam di antara mata uang utama Kawasan.
Melansir data Reuters 0202 GMT, berikut data nilai tukar mata uang Asia di hadapan dolar AS:
Baca Juga: Indeks Nikkei Stagnan di Selasa (31/3), Berada di Jalur Pelemahan 11% di Bulan Ini
Pergerakan Harian
- Yen Jepang: 159,78 per USD, turun 0,04%
- Dolar Singapura: 1,290 per USD, naik 0,05%
- Dolar Taiwan: 32,071 per USD, turun 0,23%
- Won Korea Selatan: 1.525 per USD, turun 0,45%
- Baht Thailand: 32,810 per USD, turun 0,06%
- Peso Filipina: 60,622 per USD, naik 0,12%
- Rupiah Indonesia: 16.980 per USD, naik 0,03%
- Ringgit Malaysia: 4,024 per USD, naik 0,05%
- Yuan Tiongkok: 6,905 per USD, naik 0,11%
Baca Juga: BNM Prediksi Ekonomi Malaysia Tumbuh 4%-5% di 2026 di Tengah Konflik Timur Tengah
Tren Tahun 2026
Sejauh ini, sebagian besar mata uang Asia melemah terhadap dolar AS sejak awal 2026:
- Won Korea Selatan: turun 5,61%
- Rupee India: turun 5,23%
- Baht Thailand: turun 4,15%
- Peso Filipina: turun 3,01%
- Dolar Taiwan: turun 1,97%
- Yen Jepang: turun 1,96%
- Rupiah Indonesia: turun 1,83%
Baca Juga: Perang Iran Dorong Minyak ke Rekor Selasa (31/3), Bursa Asia Rugi Terbesar Sejak 2022
Di sisi lain, beberapa mata uang masih menguat:
- Yuan Tiongkok: naik 1,20%
- Ringgit Malaysia: naik 0,80%
- Dolar Singapura: naik 0,36%
Baca Juga: Harga BBM AS Tembus US$4 per Galon, Efek Domino Perang Iran Mulai Terasa
Kondisi ini mencerminkan penguatan dolar AS secara global yang sebagian dipicu oleh ekspektasi kenaikan suku bunga di Amerika Serikat, serta ketidakpastian geopolitik, termasuk konflik Timur Tengah, yang menekan sentimen pasar di Asia.













