kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.840.000   -44.000   -1,53%
  • USD/IDR 17.174   -32,00   -0,19%
  • IDX 7.594   -39,89   -0,52%
  • KOMPAS100 1.050   -4,57   -0,43%
  • LQ45 756   -3,02   -0,40%
  • ISSI 275   -1,90   -0,69%
  • IDX30 401   -1,97   -0,49%
  • IDXHIDIV20 490   -0,83   -0,17%
  • IDX80 118   -0,43   -0,36%
  • IDXV30 138   -1,24   -0,89%
  • IDXQ30 129   -0,39   -0,30%

Mengenal Mythos, Model AI Terbaru Anthropic yang Picu Kekhawatiran Keamanan Siber


Senin, 20 April 2026 / 19:54 WIB
Mengenal Mythos, Model AI Terbaru Anthropic yang Picu Kekhawatiran Keamanan Siber
ILUSTRASI. Logo AI Anthropic (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Perusahaan kecerdasan buatan Anthropic baru-baru ini meluncurkan model AI terbarunya bernama Mythos, yang diklaim sebagai teknologi paling canggih yang pernah mereka kembangkan.

Model ini dirancang khusus untuk tugas pertahanan siber, namun justru memicu kekhawatiran luas di kalangan industri dan regulator.

Baca Juga: Harga BBM Melonjak akibat Perang Iran, Penjualan Mobil Listrik di Eropa Naik Tajam

Diluncurkan Terbatas Lewat Project Glasswing

Melansir Reuters pada Senin (20/4/2026), Anthropic memperkenalkan Claude Mythos Preview melalui inisiatif terbatas bernama Project Glasswing.

Akses awal diberikan kepada sejumlah raksasa teknologi seperti Amazon, Microsoft, Nvidia, dan Apple.

Selain itu, lebih dari 40 organisasi yang mengelola infrastruktur perangkat lunak kritis juga mendapat akses awal untuk menguji kemampuan model tersebut.

Baca Juga: Israel Klaim Gagalkan Rencana Serangan Iran ke Pipa Minyak Strategis BTC

Kemampuan Tinggi, Risiko Juga Besar

Dalam pengujian awal, Mythos disebut mampu menemukan “ribuan” celah keamanan besar di berbagai sistem operasi dan browser utama. Kemampuan ini menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan keamanan siber.

Namun di sisi lain, para ahli memperingatkan bahwa teknologi ini juga dapat dimanfaatkan untuk menemukan dan mengeksploitasi celah keamanan dengan sangat cepat bahkan lebih cepat dibanding kemampuan perusahaan dalam memperbaikinya.

Risiko ini dinilai sangat krusial bagi sektor seperti perbankan, yang bergantung pada sistem teknologi kompleks dan saling terhubung, termasuk infrastruktur lama yang masih digunakan hingga kini.

Anthropic sendiri mengakui bahwa jika disalahgunakan, kemampuan Mythos dapat menimbulkan ancaman serius terhadap ekonomi, keselamatan publik, hingga keamanan nasional.

Baca Juga: Meta Akan PHK Besar-besaran Karyawan Mulai Mei 2026, Ini Alasannya

Reaksi Pasar dan Regulator

Peluncuran Mythos turut mengguncang pasar. Saham perusahaan perangkat lunak di Amerika Serikat sempat melemah setelah muncul kekhawatiran bahwa kemajuan AI ini dapat mendisrupsi model bisnis tradisional.

Di sisi regulasi, Gedung Putih dilaporkan telah berdiskusi dengan CEO Anthropic, Dario Amodei, terkait potensi dampak teknologi ini.

Pembahasan mencakup kolaborasi keamanan siber serta keseimbangan antara inovasi dan mitigasi risiko.

Meski demikian, Departemen Pertahanan AS juga telah menetapkan Anthropic dalam daftar risiko rantai pasok, menambah kompleksitas pengawasan terhadap perusahaan tersebut.

Pemerintah AS bahkan disebut tengah mempertimbangkan penggunaan versi Mythos untuk sejumlah lembaga federal.

Sementara pejabat tinggi seperti Menteri Keuangan dan Ketua bank sentral AS turut memberikan pengarahan kepada bank-bank besar terkait potensi risiko model ini.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Tertekan Dolar AS ke US$ 4.790 pada Senin (20/4/2026)

Kekhawatiran Global

Kekhawatiran serupa juga muncul di Inggris dan Eropa. Otoritas keuangan dan keamanan siber di Inggris telah menggelar pembahasan dengan perbankan besar. Sementara bank-bank Eropa juga mulai berkoordinasi dengan regulator masing-masing.

Presiden asosiasi perbankan Jerman sekaligus CEO Deutsche Bank, Christian Sewing, menyatakan bahwa sektor perbankan kini memantau secara ketat perkembangan teknologi tersebut.

Dengan potensi besar sekaligus risiko tinggi, Mythos menjadi contoh nyata bagaimana kemajuan AI dapat membawa manfaat sekaligus tantangan besar, khususnya dalam menjaga keamanan digital global.


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×