kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Menteri luar negeri ASEAN bertemu, persaingan kekuasaan AS-China juga jadi topik


Rabu, 09 September 2020 / 14:06 WIB
ILUSTRASI. Seorang wanita melewati bendera negara-negara Asia Tenggara di KTT ASEAN di Suntec Convention Center di Singapura, 11 November 2018.


Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc mengatakan dalam sambutan pembukaan, "masyarakat dan perusahaan menderita kerugian besar". Dan, "Lingkungan geopolitik, ekonomi regional, termasuk Laut Timur (Laut Cina Selatan), mengalami beberapa pergolakan, memengaruhi perdamaian dan stabilitas," sebut dia.

"Persaingan kekuasaan" antara AS dan China kemungkinan akan mencuri perhatian, menurut seorang diplomat senior Asia Tenggara kepada AFP seperti dilansir Channel News Asia, yang berbicara tanpa menyebut nama.

"Amerika Serikat dan China kemungkinan akan menggunakan pertemuan itu sebagai platform untuk saling melempar segalanya," katanya.

Negara-negara kecil akan "mengatakan kalimat biasa" dan kemudian berlindung saat Washington dan Beijing bertempur, tambahnya.

Baca Juga: China peringatkan ASEAN: Jangan mendukung si biang onar

Perselisihan antara kedua kekuatan sudah tinggi terkait perdagangan, penyebab pandemi virus corona, dan kebijakan China di Hong Kong, tempat Beijing memberlakukan Undang-Undang Keamanan Nasional.

Ada juga kekhawatiran bahwa virus corona mungkin telah memberikan perlindungan bagi China untuk membuat permainan baru di Laut China Selatan.

Zachary Abuza, pakar politik Asia Tenggara dari National War College, Washington, mengatakan, tidak mungkin ada banyak kemajuan dalam pembicaraan mengenai perairan yang disengketakan tersebut.

"China telah secara efektif menggunakan bantuan Covid-19 dan janji-janji vaksin, dan uji coba di Filipina dan Indonesia, untuk benar-benar mencoba menghentikan momentum diplomatik menuju diskusi Laut China Selatan," katanya kepada AFP seperti Channel News Asia lansir.

Selanjutnya: Tuduh langgar wilayah kedaulatannya, Vietnam kutuk latihan militer China




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×