kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.709.000   5.000   0,29%
  • USD/IDR 16.330   130,00   0,79%
  • IDX 6.531   151,00   2,37%
  • KOMPAS100 953   27,09   2,93%
  • LQ45 747   21,97   3,03%
  • ISSI 201   5,17   2,64%
  • IDX30 389   10,56   2,79%
  • IDXHIDIV20 468   12,14   2,66%
  • IDX80 108   3,10   2,95%
  • IDXV30 111   2,75   2,54%
  • IDXQ30 128   3,35   2,70%

Mesir Usulkan Rencana Lima Tahun untuk Gaza, Kontras dengan 'Gaza Riviera' Trump


Rabu, 05 Maret 2025 / 04:50 WIB
Mesir Usulkan Rencana Lima Tahun untuk Gaza, Kontras dengan 'Gaza Riviera' Trump
ILUSTRASI. Palestinians walk next to the rubble of destroyed buildings, amid a ceasefire between Israel and Hamas, at Jabalia refugee camp, northern Gaza Strip, February 13, 2025. REUTERS/Mahmoud Issa 


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

Alternatif untuk Rencana Trump

Draf komunike akhir dari KTT Arab menyerukan kepada komunitas internasional dan lembaga keuangan untuk segera memberikan dukungan bagi visi Mesir dalam membangun kembali Gaza.

Selama hampir sebulan terakhir, Mesir, Yordania, dan negara-negara Teluk Arab telah berdiskusi mengenai alternatif dari rencana Trump yang ingin memindahkan warga Palestina dan membangun kembali Gaza dengan model ekonomi yang didukung AS.

Baca Juga: Israel Siap Panggil 400.000 Tentara Tambahan, Gaza Kembali Terancam

Negara-negara Arab khawatir rencana ini justru dapat menyebabkan ketidakstabilan regional.

Dokumen "Rencana Rekonstruksi Gaza" setebal 112 halaman dari Mesir mencakup peta pembangunan kembali wilayah Gaza serta ilustrasi berwarna dari perumahan, taman, pusat komunitas, pelabuhan dagang, pusat teknologi, hotel di tepi pantai, dan bandara.

Rekonstruksi Gaza diproyeksikan berlangsung selama lima tahun, dengan tahap pertama selama dua tahun menelan biaya $20 miliar untuk membangun 200.000 unit rumah.

Sumber lain yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan Israel kemungkinan tidak akan menentang keterlibatan lembaga Arab dalam pemerintahan Gaza, asalkan Hamas tidak lagi berkuasa.

Sementara itu, komunike KTT Arab menegaskan penolakan terhadap pemindahan massal warga Palestina dari Gaza, sebuah usulan yang diajukan oleh AS namun dianggap sebagai ancaman keamanan oleh Mesir dan Yordania.

Baca Juga: Donald Trump: Saya Berkomitmen untuk Membeli dan Memiliki Gaza

Konflik di Gaza pecah setelah pejuang Hamas menyerang Israel selatan pada 7 Oktober 2023, menewaskan 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 lainnya, menurut data Israel.

Serangan Israel sejak saat itu telah menyebabkan lebih dari 48.000 kematian di Gaza, menurut pejabat kesehatan Palestina.

Sejak Hamas mengusir Otoritas Palestina dari Gaza setelah perang saudara singkat pada 2007, kelompok ini telah menumpas segala bentuk oposisi di wilayah tersebut.

Selanjutnya: Prakiraan Cuaca Sumatra Utara Terbaru: Medan, Karo, Nias, Toba serta Wilayah Lain

Menarik Dibaca: Promo PHD Paket Bukber Persediaan Terbatas, Diskon 43% hingga 3 April 2025



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×