kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.974   30,00   0,17%
  • IDX 5.839   -159,54   -2,66%
  • KOMPAS100 757   -21,00   -2,70%
  • LQ45 576   -11,31   -1,92%
  • ISSI 201   -6,74   -3,24%
  • IDX30 327   -5,97   -1,79%
  • IDXHIDIV20 402   -6,96   -1,70%
  • IDX80 86   -2,22   -2,51%
  • IDXV30 109   -2,30   -2,07%
  • IDXQ30 105   -1,74   -1,63%

Meski China berang, Selandia Baru tetap dukung Taiwan di WHO


Selasa, 12 Mei 2020 / 16:28 WIB
ILUSTRASI. Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WELLINGTON. Menteri Luar Negeri Selandia Baru mengatakan, negaranya harus membela diri setelah China memperingatkan dukungannya atas partisipasi Taiwan di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bisa merusak hubungan bilateral.

Taiwan, dengan dukungan kuat Amerika Serikat (AS), telah meningkatkan lobi untuk diizinkan mengambil bagian sebagai pengamat dalam Majelis Kesehatan Dunia, badan pembuat keputusan WHO, pekan depan, sebuah langkah yang membuat marah Cina.

Taiwan dikeluarkan dari WHO karena keberatan China, yang memandang pulau itu sebagai salah satu provinsi mereka.

Baca Juga: Dukung Taiwan di WHO, China berang kepada Selandia Baru

Menteri senior Selandia Baru pekan lalu menyatakan, Taiwan harus diizinkan untuk bergabung dengan WHO sebagai pengamat seiring keberhasilannya dalam mengekang penyebaran virus corona baru.

Pernyataan tersebut menarik kemarahan China yang meminta negara Pasifik itu untuk "berhenti membuat pernyataan yang salah".

"Kita harus membela diri kita sendiri," kata Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters dalam konferensi pers ketika ditanya tentang tanggapan China terhadap posisi Selandia Baru atas Taiwan, Selasa (12/5).

"Dan, persahabatan sejati berdasarkan pada kesetaraan. Tapi, (China) berdasarkan pada kemampuan dalam persahabatan (dengan Selandia Baru) untuk tetap tidak setuju," ujar dia seperti dikutip Reuters.

Peters menyebut, dia tidak berpikir dukungan Selandia Baru atas partisipasi Taiwan di WHO akan merusak hubungan diplomatik dengan China, yang merupakan mitra dagang terbesar negeri kiwi.

Informasi saja, Taiwan hanya melaporkan 440 kasus virus corona dan tujuh kematian, angka yang relatif rendah dikaitkan dengan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit yang dini dan efektif.

Baca Juga: Kirim surat, anggota parlemen AS minta dukungan agar Taiwan masuk jadi anggota WHO

Peters memuji respons Taiwan terhadap Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru. Ada banyak hal yang bisa negara lain pelajari dari China Taipe itu. "Posisi Selandia Baru di Taiwan adalah tentang keberhasilannya yang luar biasa melawan Covid-19," kata Peters.

Sementara Perdana Menteri Jacinda Ardern menegaskan, posisi Selandia Baru di Taiwan hanya terkait respons kesehatannya terhadap Covid-19. "Kami selalu mengambil kebijakan Satu China, dan itu terus menjadi masalah," ujarnya seperti dilansir Reuters.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×