kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Meski tengah panas, China diklaim siap mengimpor lebih banyak produk pertanian AS


Jumat, 22 Mei 2020 / 15:53 WIB
Meski tengah panas, China diklaim siap mengimpor lebih banyak produk pertanian AS
ILUSTRASI. Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan China. Meski tengah panas, China diklaim siap mengimpor lebih banyak produk pertanian AS. Mark Schiefelbein/Pool via REUTERS/File Photo

Sumber: South China Morning Post | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. negosiator perdagangan utama Presiden AS Donald Trump menyebut Beijing telah menyetujui untuk mengimpor lebih banyak produk Amerika.

Hal ini dilihat sebagai tanda kemajuan dalam kesepakatan fase satu yang ditandatangani kedua pihak pada Januari lalu.

Baca Juga: Tak cuma di Indonesia, ribuan warga Malaysia juga ngotot mudik meski dilarang

Dilansir dari South China Morning Post, China telah membuka pasarnya untuk impor blueberry, alpukat Hass California, barley dan biji-bijian pakan ternak lainnya.

Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer bilang, China juga menyetujui impor daging dari lebih banyak fasilitas pemrosesan dari Amerika. “Ini adalah masa-masa sulit bagi kedua negara kita. Adalah penting bahwa kita masing-masing terus bekerja untuk membuat perjanjian kita berhasil,” katanya.

Komentar tersebut menunjukkan titik kerjasama yang jarang terjadi dalam suatu hubungan yang telah merebak di banyak bidang, termasuk perselisihan tentang asal-usul pandemi Covid-19 yang telah menewaskan lebih dari 330.000 orang dan ekonomi yang terpukul di seluruh dunia.

Ketegangan lebih lanjut muncul setelah Beijing mengumumkan pada hari Kamis bahwa pihaknya mengusulkan untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional yang secara efektif akan membatasi aktivitas oposisi di Hong Kong.

Baca Juga: Soal UU Keamanan Hong Kong, AS langsung bersiap memberi sanksi bagi China

Sementara USTR memuji kerja sama AS-China, Departemen Luar Negeri AS memperingatkan bahwa menindaklanjuti undang-undang ini akan mendapat kecaman keras dari Amerika Serikat.


Tag

TERBARU

[X]
×