Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Microsoft dikabarkan kembali bersiap melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap kurang dari 2,5% dari total tenaga kerjanya. Gelombang PHK terbaru ini diperkirakan akan diumumkan paling cepat pekan depan.
Mengutip Reuters, Selasa (30/6/2026), laporan Business Insider yang mengutip sejumlah sumber menyebutkan bahwa PHK akan berdampak pada ribuan karyawan di berbagai divisi, termasuk penjualan (sales), konsultasi (consulting), hingga unit gim Xbox.
Baca Juga: Bank Dunia Hentikan Pinjaman ke China Mulai 2031, Ini Alasannya
Reuters menyebut belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen. Sementara itu, Microsoft belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar yang diajukan di luar jam kerja.
Berdasarkan dokumen yang disampaikan kepada U.S. Securities and Exchange Commission (SEC), Microsoft memiliki sekitar 228.000 karyawan tetap per 30 Juni 2025.
Dengan jumlah tersebut, pemangkasan kurang dari 2,5% berarti berpotensi memengaruhi lebih dari 5.000 karyawan.
Langkah efisiensi ini dilakukan ketika banyak perusahaan teknologi masih menekan biaya operasional di tengah besarnya investasi untuk pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Sebelumnya, Bloomberg News melaporkan bahwa Xbox juga berencana melakukan PHK besar-besaran serta memangkas anggaran pemasaran dan sejumlah pos pengeluaran lainnya.
Unit gim tersebut sebelumnya juga telah menaikkan harga konsol Xbox secara global dengan alasan krisis komponen yang masih berlangsung.
Baca Juga: Untung Besar! Trump Kantongi US$ 1,4 Miliar dari Bisnis Kripto di 2025
Selain itu, The Information melaporkan awal bulan ini bahwa Microsoft tengah mengevaluasi berbagai opsi strategis untuk bisnis Xbox, termasuk kemungkinan memisahkan unit tersebut atau mengubahnya menjadi anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya.
Ini bukan pertama kalinya Microsoft melakukan pengurangan karyawan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada Juli 2025, perusahaan mengumumkan PHK terhadap hampir 4% tenaga kerjanya, yang menjadi salah satu gelombang PHK terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Gelombang efisiensi juga masih berlangsung di industri teknologi global. Sepanjang tahun ini, Meta Platforms mengumumkan rencana memangkas sekitar 10% tenaga kerjanya, sementara Amazon berencana menghapus sekitar 16.000 posisi secara global seiring fokus perusahaan meningkatkan efisiensi dan memperbesar investasi di sektor AI.














